- BAZNAS Mataram Pugar 56 Rumah Mustahik
- Islamic Relief Bantu Korban Banjir Bangladesh
- Belajar Pangkas Gratis di MUI Tangerang
- Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian
- Filantropi Islam Indonesia Harus Mendunia
- Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Maruf Amin
- RZ Perkuat Ketahanan Pangan Mustahik
- Jurnalisme Filantropi: Revitalisasi Peran Media untuk Visi Kesejahteraan Umat
- Ini Beasiswa Tendik untuk Studi di Inggris
- Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren
Belajar Pangkas Gratis di MUI Tangerang

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lensabanten.co.id
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang resmi meluncurkan program “Jumat Ganteng” secara perdana di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang. Program sosial ini menghadirkan layanan potong rambut gratis bagi para jemaah usai maupun sebelum melangsungkan ibadah salat Jumat.
Ketua Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI Kota Tangerang, Romi Abidin, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan transformasi dari konsep Jumat Berkah yang selama ini identik dengan pembagian makanan dan minuman.
"Sebenarnya lebih ke Jumat Berkah. Kalau selama ini identik dengan makanan, minuman, atau snack, kita coba bikin pola semirip dengan membahagiakan jemaah.Salah satunya merawat kebersihan jemaah agar pulang dalam kondisi bersih dan rapi, terutama rambutnya," ujar dia saat ditemui di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang, Banten, baru-baru ini.
Baca Lainnya :
- RZ Perkuat Ketahanan Pangan Mustahik0
- UMKM Mustahik Lingga Menuju Muzaki0
- Tangis Awang Hidup di Teras Minimarket0
- Senyum Bang Tolib Panen Telur Bebek0
- Harapan Ariyandi Bersama Rumah Singgah0
Romi mengungkapkan bahwa gerakan Jumat Ganteng ini berawal dari keberhasilan kegiatan serupa saat gelaran Halal Fest beberapa waktu lalu yang juga menghadirkan kopi gratis. Merekam antusiasme masyarakat, MUI Kota Tangerang berinisiatif menduplikasi program tersebut ke masjid-masjid besar di wilayah Kota Tangerang.
"Inisiatif ini bagian dari program Majelis Ulama. Ke depan, kita targetkan bisa hadir di masjid besar lainnya seperti Masjid Ar-Riyadh atau Masjid Al-Madinah," tambah dia.
Meski layanan dipastikan 100 persen gratis (Rp 0) bagi jemaah, pihak penyelenggara tetap memperhatikan kesejahteraan para pemangkas rambut. Operasional pemangkas rambut disokong melalui kolaborasi donasi dan para muzaki. "Jemaahnya digratiskan, lalu ada donasi atau muzaki yang berperan memberikan operasional untuk barbershop-nya. Jadi semua mendapatkan keberkahan," tegas Romi.
Pada gelaran perdana ini, pangkas rambut gratis beroperasi mulai pukul 10.00 WIB hingga menjelang waktu salat Asar. Setiap satu tenaga pemangkas disiapkan untuk melayani kuota 20 jemaah. Ke depan, LPBKI MUI Kota Tangerang berencana merangkul lebih banyak komunitas pangkas rambut lokal untuk memperluas jangkauan program ini secara serentak di berbagai titik masjid. "Kita ingin ajakan ini terus bergulir secara serentak. Tidak hanya bergantung pada satu orang, tapi melibatkan kader-kader dan komunitas barber lainnya," ujar dia.
Kontributor: Isna
Editor: MAS
Sumber: www.lensabanten.co.id











.png)
.png)