- Bus Shalawat Gratis, Hindari Tip
- Beasiswa TWH 2026 Resmi Dibuka
- BAZNAS Santuni 15 Korban KA Bekasi
- Majalengka Takwa Sasar 1.430 Mustahik
- DD-Bostanten Bantu Puluhan Yatim
- RS BAZNAS Evakuasi Korban KA
- Turki Gelar Doa Subuh Bela Palestina
- Legislator Sumbawa Gencarkan Dakwah Zakat
- 28.274 Calhaj Berangkat, Fast Track Meluas
- Berzakat Praktis via SharingHappiness
Bus Shalawat Gratis, Hindari Tip

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Detik.com
Layanan bus Shalawat yang disediakan bagi jemaah haji Indonesia di Mekah dipastikan gratis sepenuhnya. Jemaah tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun, termasuk memberikan tip kepada sopir bus.
Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja (Daker) Makkah Syarif Rahman menegaskan seluruh layanan transportasi telah ditanggung dalam sistem penyelenggaraan haji.
“Nggak, nggak perlu (bayar/tip). Seluruh layanan itu bersifat gratis. Tidak ada istilah kemudian membayar,” ujar Syarif saat ditemui wartawan di Kantor Daker Mekah, Arab Saudi, Senin (27/4/2026).
Baca Lainnya :
- 28.274 Calhaj Berangkat, Fast Track Meluas0
- Cuaca Ekstrem, Calhaj Jaga Kesehatan0
- Jemaah Haji RI Tiba di Madinah0
- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu0
- Kampung Zakat Dekat IKN Jadi Percontohan0
Menurut dia, kebiasaan jemaah Indonesia yang gemar berbagi sering membuat mereka memberikan uang kepada sopir bus setiap selesai beribadah. Meski dilandasi niat baik, hal tersebut dinilai tidak diperlukan dalam layanan resmi haji.
“Mereka hampir setiap kali salat ke masjid, menyisihkan sebagian uangnya diberikan ke sopir bus. Kami sampaikan tidak perlu,” jelasnya.
Syarif menambahkan, para sopir bus Shalawat sudah menerima gaji dari perusahaan penyedia layanan. Karena itu, pemberian tip dikhawatirkan justru memunculkan kebiasaan yang tidak sehat, seperti pelayanan berbeda bagi penumpang yang tidak memberi uang tambahan. “Kami menghindari hal-hal yang kemudian sopirnya kalau nggak dikasih tip kemudian malas,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya keluarga jemaah, untuk ikut mengingatkan orangtua maupun kerabat yang sedang berhaji terkait aturan tersebut. “Jadi kita umumkan juga kepada jemaah haji dan juga keluarga jemaah. Karena kadang jemaah haji itu sudah punya aktivitas di sini, tidak bisa mendengarkan publikasi seperti ini. Tapi keluarga jemaah bisa (mengingatkan),” tuturnya.
Selain itu, jemaah diminta lebih waspada terhadap barang bawaan saat menggunakan transportasi, karena masih kerap terjadi barang tertinggal di dalam bus.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.detik.com








.png)
.jpg)
.png)