- Israel Robohkan Rumah Warga Palestina yang Tewas dalam Bentrokan
- Dibuka, Beasiswa Guru dan Tendik 2026
- Menko PM: Baznas Solusi Pemberdayaan
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat
- Palestina, Muhammadiyah Siapkan Program Pemberdayaan
- BAZNAS Majalengka Tebar Beasiswa Stimulan
- MAIWP Malaysia Salur Zakat ke 600 Pengantin Mustahik
Bus Shalawat Gratis, Hindari Tip

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Detik.com
Layanan bus Shalawat yang disediakan bagi jemaah haji Indonesia di Mekah dipastikan gratis sepenuhnya. Jemaah tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun, termasuk memberikan tip kepada sopir bus.
Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja (Daker) Makkah Syarif Rahman menegaskan seluruh layanan transportasi telah ditanggung dalam sistem penyelenggaraan haji.
“Nggak, nggak perlu (bayar/tip). Seluruh layanan itu bersifat gratis. Tidak ada istilah kemudian membayar,” ujar Syarif saat ditemui wartawan di Kantor Daker Mekah, Arab Saudi, Senin (27/4/2026).
Baca Lainnya :
- 28.274 Calhaj Berangkat, Fast Track Meluas0
- Cuaca Ekstrem, Calhaj Jaga Kesehatan0
- Jemaah Haji RI Tiba di Madinah0
- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu0
- Kampung Zakat Dekat IKN Jadi Percontohan0
Menurut dia, kebiasaan jemaah Indonesia yang gemar berbagi sering membuat mereka memberikan uang kepada sopir bus setiap selesai beribadah. Meski dilandasi niat baik, hal tersebut dinilai tidak diperlukan dalam layanan resmi haji.
“Mereka hampir setiap kali salat ke masjid, menyisihkan sebagian uangnya diberikan ke sopir bus. Kami sampaikan tidak perlu,” jelasnya.
Syarif menambahkan, para sopir bus Shalawat sudah menerima gaji dari perusahaan penyedia layanan. Karena itu, pemberian tip dikhawatirkan justru memunculkan kebiasaan yang tidak sehat, seperti pelayanan berbeda bagi penumpang yang tidak memberi uang tambahan. “Kami menghindari hal-hal yang kemudian sopirnya kalau nggak dikasih tip kemudian malas,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya keluarga jemaah, untuk ikut mengingatkan orangtua maupun kerabat yang sedang berhaji terkait aturan tersebut. “Jadi kita umumkan juga kepada jemaah haji dan juga keluarga jemaah. Karena kadang jemaah haji itu sudah punya aktivitas di sini, tidak bisa mendengarkan publikasi seperti ini. Tapi keluarga jemaah bisa (mengingatkan),” tuturnya.
Selain itu, jemaah diminta lebih waspada terhadap barang bawaan saat menggunakan transportasi, karena masih kerap terjadi barang tertinggal di dalam bus.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.detik.com







.png)



.png)
.png)