Filantropi Islam Indonesia Harus Mendunia

By Revolusioner 05 Agu 2026, 10:02:07 WIB Filantropi
Filantropi Islam Indonesia Harus Mendunia

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id


Filantropi Islam Indonesia dinilai perlu bergerak melampaui fungsi penghimpunan dan penyaluran dana menuju ekosistem yang lebih inovatif, terdokumentasi, serta memiliki daya saing di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, saat menyampaikan Amanat Milad pada Resepsi Milad ke-24 Lazismu di Aula Lantai 4 Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Hilman menyampaikan bahwa Milad Lazismu tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi arah pengembangan filantropi Islam di Indonesia. Dia berharap Lazismu terus bertumbuh, semakin membawa keberkahan, serta mampu memperluas manfaat bagi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Baca Lainnya :

Menurut Hilman, Indonesia mempunyai ekosistem zakat dan filantropi yang kompleks sekaligus menyeluruh. Ekosistem tersebut didukung oleh berbagai lembaga, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, lembaga zakat, hingga beragam program pemberdayaan yang saling terintegrasi. Meski demikian, potensi besar tersebut dinilai belum banyak dikenal di tingkat internasional.

Menurut dia, tantangan terbesar bukan terletak pada minimnya praktik baik, melainkan pada kurangnya publikasi, dokumentasi, serta kemampuan membangun narasi mengenai kontribusi filantropi Indonesia kepada dunia. "Kita memiliki banyak praktik baik, tetapi belum cukup kuat dalam memperkenalkannya kepada dunia. Literasi, data, dan eksposur harus terus diperkuat," ujar dia.

Dalam amanatnya, Hilman juga membagikan pengalamannya saat menghadiri forum penghargaan filantropi internasional. Dia melihat berbagai organisasi kemanusiaan mampu menghadirkan dampak besar melalui tata kelola yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kekuatan filantropi tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga dari kualitas tata kelola, inovasi, serta kemampuan menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Oleh karena itu, Hilman mendorong penguatan platform data filantropi di Indonesia agar berbagai capaian lembaga zakat dan filantropi dapat terdokumentasi dengan baik. Selain itu, dia menilai jurnalisme filantropi juga perlu diperkuat sehingga berbagai praktik baik yang telah dilakukan dapat diketahui masyarakat secara lebih luas, termasuk oleh komunitas internasional.

"Isu sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, dan berbagai program pemberdayaan sudah banyak dilakukan. Tantangannya adalah bagaimana semua itu didokumentasikan dan dinarasikan dengan baik sehingga dampaknya dapat dilihat oleh masyarakat, bahkan dunia internasional," kata dia.

Hilman juga menyoroti perubahan arah filantropi global yang mulai bergeser menuju pembiayaan inovasi dan pengembangan teknologi. Berdasarkan pengalamannya berdiskusi dengan sejumlah mitra internasional, dia melihat berbagai lembaga filantropi di sejumlah negara mulai berinvestasi dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna mendukung layanan kesehatan dan berbagai sektor lainnya.

Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa filantropi Islam Indonesia perlu mulai memikirkan pembiayaan bagi inovasi dan solusi masa depan, serta tidak hanya berfokus pada layanan sosial yang bersifat konvensional.

Pada akhir amanatnya, Hilman mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun strategi bersama dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam Indonesia. Dengan tata kelola yang baik, kolaborasi yang erat, dan inovasi yang berkelanjutan, dia optimistis filantropi Islam Indonesia mampu tampil lebih unggul serta memberikan kontribusi yang semakin besar, baik di tingkat nasional maupun global.

Kontributor: Asep

Editor: MAS

Sumber: www.muhammadiyah.or.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment