- Turki Bantu Lebanon $25,5 Juta
- Beasiswa Baznas, 530 Calon Diverifikasi
- Gub Mahyeldi Gencarkan Gerakan Wakaf
- Pelukis Nasirun Wariskan Zakat Kebudayaan
- RZ Bantu Korban Kapal Sentosa
- Komite Baru Siap Bangun Gaza
- Ini Beasiswa Kedokteran Kemkes di Jepang
- IPB Kembangkan Wakaf Produktif Pertanian
- UMKM Mustahik Lingga Menuju Muzaki
- Menag: Zakat 2025 Capai Rp44,6 T
Gub Mahyeldi Gencarkan Gerakan Wakaf

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Langgam.id
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan wakaf sebagai gerakan bersama untuk mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, wakaf memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan.
Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan Subuh Mubarak ASN Pemprov Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumbar, Ahad (2/8/2026). Kegiatan bertema "Menanam Amal Jariyah Melalui Wakaf, Menuai Pahala Tanpa Batas" itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ASN Pemprov Sumbar, serta anggota Paskibraka Provinsi Sumbar Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan Subuh Mubarak tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membangun integritas dan semangat pengabdian ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Lainnya :
- Zakat, Solusi Kemiskinan Ekstrem di NTB0
- Bank Aceh Syariah Berzakat Rp400 Juta0
- Pemkab Serang Gebrak Zakat Produktif0
- Hari Mangrove, RZ Tanam 3.000 Pohon 0
- Gubsu Salur Zakat untuk Bedah Rumah 0
"Subuh Mubarak bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter ASN agar memiliki integritas yang kuat serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab," ujar dia.
Mahyeldi juga mengapresiasi materi tausiah yang mengangkat tema wakaf sebagai amal jariyah. Menurut dia, wakaf bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi apabila dikelola secara profesional.
Karena itu, dia mengajak seluruh ASN mulai membangun budaya berwakaf, termasuk melalui wakaf uang dengan nominal kecil yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
"Kalau dilakukan bersama-sama dan dikelola secara profesional, potensi wakaf dari ASN akan sangat besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan pendidikan, pengembangan SDM, hingga membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik," kata dia.
Mahyeldi bahkan menggambarkan besarnya potensi wakaf ASN di Sumbar. Menurut dia, apabila sekitar 25 ribu ASN di lingkungan Pemprov Sumbar menyisihkan Rp1.000 per hari untuk wakaf, maka akan terkumpul dana sekitar Rp25 juta setiap hari.
"Dari total 25.000 pegawai di lingkup Pemprov Sumbar, jika masing-masing menyisihkan Rp1.000 saja setiap hari untuk wakaf, maka akan terkumpul wakaf ASN sebesar Rp25 juta per hari. Itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan," ungkap dia.
Untuk memperkuat pengelolaan wakaf, Mahyeldi juga mendorong pembentukan Minang Global Wakaf sebagai lembaga yang mampu menghimpun dan mengelola dana wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel. Selain itu, lima ASN Pemprov Sumbar yang telah memiliki sertifikasi nazhir wakaf diharapkan dapat segera diberdayakan guna memperkuat pengelolaan wakaf di daerah.
Menurut Mahyeldi, pengembangan wakaf membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), lembaga pengelola wakaf, dunia usaha, hingga perantau Minang yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri.
"Melalui sinergi yang kuat, saya optimistis wakaf dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan Sumatera Barat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.langgam.id










.png)
.png)