- Jepang Perkuat Dukungan Bangun Palestina
- Wakaf 99 Masjid Mulai Dibangun
- Zakat Ramlan Pedagang Emas Melonjak
- FOZ: Tiru Malaysia, Zakat Kurangi Pajak
- Kota Tangerang Himpun Zakat Rp267,8 M
- Dompet Dhuafa Tampil di Bank Dunia
- Memperkuat Iman di Rumah Singgah
- Bank Jatim Tebar Kacamata ke Pelajar
- IZI Sumbar Bantu Modal Iswarti
- Harapan Ariyandi Bersama Rumah Singgah
Memperkuat Iman di Rumah Singgah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Izi.or.id
Rumah Singgah Pasien Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Utara kembali menggelar Pembinaan Keislaman Rutin bagi pasien dan pendamping pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan kali ini mengangkat tema “Fiqh Shalat Jama’ dan Qashar”, sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai kemudahan beribadah bagi umat Islam yang sedang sakit atau berada dalam kondisi tertentu. Melalui kajian ini, peserta diajak memahami bahwa proses pengobatan tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban salat, karena syariat telah memberikan berbagai keringanan sesuai keadaan.
Kajian menghadirkan Ustadz Usman Ja’far sebagai pemateri dan diikuti oleh pasien beserta keluarga pendamping yang tinggal di Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Dalam pemaparannya, Ustadz Usman mengingatkan pentingnya menerima setiap ketentuan Allah SWT dengan sikap syukur ketika memperoleh nikmat dan kesabaran saat menghadapi ujian, termasuk ketika menjalani sakit.
“Semua yang Allah takdirkan adalah yang terbaik. Saat diberi nikmat, kita bersyukur. Saat diberi ujian, kita bersabar. Dalam kondisi apa pun, jangan tinggalkan shalat, karena itulah yang menjaga hubungan kita dengan Allah,” jelas beliau kepada para peserta. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa shalat jama’ merupakan keringanan untuk menggabungkan dua waktu salat tertentu bagi mereka yang memenuhi syarat, sedangkan shalat qashar adalah kemudahan untuk meringkas salat empat rakaat menjadi dua rakaat dalam kondisi yang dibenarkan oleh syariat. Penjelasan tersebut disertai uraian mengenai syarat serta tata cara pelaksanaannya sehingga peserta dapat memahami kapan rukhsah tersebut dapat diterapkan.
Baca Lainnya :
- Bagaimana Hukum Berzakat ke Orang Tua?0
- Safar Jadi Momentum Perbanyak Sedekah0
- Safar, Momentum Perbanyak Sedekah0
- Cara Mendidik Anak Islami di Era Digital0
- Fadhilah Sedekah di Bulan Safar0
Dalam kesempatan itu, Ustadz Usman juga menekankan bahwa kemudahan yang diberikan Allah SWT merupakan bentuk kasih sayang kepada hamba-Nya. Karena itu, sakit maupun perjalanan tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan salat. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk tetap beribadah sesuai tuntunan agama. Ia juga mengajak seluruh peserta agar senantiasa memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai sumber pertolongan dan ketenangan dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para pasien serta pendamping mengikuti kajian dengan antusias hingga kegiatan berakhir. Di tengah perjuangan menjalani pengobatan, pembinaan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual memiliki peran penting dalam membangun optimisme dan keteguhan hati selama proses penyembuhan.
Melalui program Pembinaan Keislaman Rutin, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berkomitmen memberikan pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarganya. Selain menyediakan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Kota Medan, rumah singgah juga menghadirkan ruang pembelajaran agama yang bertujuan memperkuat keimanan, menumbuhkan kesabaran, serta memberikan semangat agar para pasien terus menjalani ikhtiar pengobatan dengan penuh harapan. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk menjaga salat, memperbanyak doa, dan semakin yakin bahwa Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan serta pertolongan kepada hamba-Nya.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.izi.or.id

.jpg)









.png)
.png)