- Di Antara Asap dan Nama yang Hilang
- Kota yang Menitipkan Doa
- Zakat Saham di Tengah Perang Bursa
- Kedermawanan Elon Musk dan Ketimpangan yang Tetap Bertahan
- Muhammadiyah Perluas Akses Beasiswa
- UI Perpanjang Beasiswa via Hibah Rp70 M
- 170 Keluarga Cirebon Terima Air Bersih
- Rumah Zakat Bentuk Destana Huta Godang
- Rumah Syaamil Gandeng DT Peduli Bantu NTT
- Muslimat NU Perkuat Layanan Bantuan Hukum
Santri 7 Desa Dapat Bantuan Pendidikan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nucare.id
Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pendidikan bagi para santri yang menempuh pendidikan sekaligus menetap di pondok pesantren. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Senin (19/10/2026) dengan menjangkau penerima manfaat dari tujuh desa di wilayah setempat.
Para santri penerima bantuan merupakan mereka yang telah diusulkan oleh pengurus ranting NU, lembaga, serta badan otonom (banom) NU di Kecamatan Kedokanbunder. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlangsungan pendidikan santri, khususnya dalam memenuhi kebutuhan belajar selama tinggal di pesantren.
Ketua UPZISNU Kedokanbunder, Amin Hidayat, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan para santri. Menurutnya, dukungan ini diharapkan dapat membantu mereka menjalani kegiatan belajar dengan lebih baik.
Baca Lainnya :
- Zakat Mal Lazisnu Jangkau 220 Mustahik0
- Baznas Kirim Mustahik Kerja di Jepang0
- 61 Mustahik Guru Dapat Zakat Rp152,5 Juta 0
- Warga Baduy Produksi 1.800 Tas Tenun 0
- Baznas-Asia Foundation Berdayakan Mustahik Perempuan Pekebun0
“Alhamdulillah, siang ini kita bisa menyalurkan bantuan kepada santri di tujuh desa di Kecamatan Kedokanbunder bersama Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kedokanbunder Sahabat Haji Mahrus beserta para pengurus LAZISNU,” ungkap dia diberitakan NU Online Jabar.
Bantuan yang disalurkan mencakup sejumlah kebutuhan penunjang pendidikan, antara lain kuota internet, kitab kuning atau buku pelajaran, serta biaya operasional santri. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pembelajaran dan aktivitas pendidikan para penerima manfaat selama berada di pondok pesantren.
“Penyaluran dilakukan melalui beberapa mekanisme, yakni transfer ke rekening penerima, transfer ke rekening pondok pesantren, serta penyerahan langsung kepada orang tua atau wali santri,” imbuh dia.
Untuk memastikan bantuan dapat diterima sesuai kebutuhan, UPZISNU Kedokanbunder menerapkan beberapa mekanisme penyaluran. Dana diberikan melalui transfer ke rekening santri, transfer ke rekening pondok pesantren, maupun penyerahan secara langsung kepada orang tua atau wali santri.
Amin juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari Rais Syuriyah MWCNU Kedokanbunder, KH Mujahidin, serta Ketua Tanfidziyah MWCNU Kedokanbunder, Kiai Jabidin. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperhatikan kebutuhan pendidikan santri di lingkungan NU setempat.
Melalui penyaluran bantuan ini, UPZISNU Kedokanbunder berharap para santri dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan belajar dan melanjutkan pendidikan di pesantren. Program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran orang tua atau wali santri, sehingga mereka dapat terus mendukung pendidikan anak-anaknya.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.nucare.id











.png)
.png)