- Di Antara Asap dan Nama yang Hilang
- Kota yang Menitipkan Doa
- Zakat Saham di Tengah Perang Bursa
- Kedermawanan Elon Musk dan Ketimpangan yang Tetap Bertahan
- Muhammadiyah Perluas Akses Beasiswa
- UI Perpanjang Beasiswa via Hibah Rp70 M
- 170 Keluarga Cirebon Terima Air Bersih
- Rumah Zakat Bentuk Destana Huta Godang
- Rumah Syaamil Gandeng DT Peduli Bantu NTT
- Muslimat NU Perkuat Layanan Bantuan Hukum
Kiai Syukron Jadi Teladan Dakwah Umat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nu.or.id
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai ulama yang konsisten berdakwah dan mendampingi masyarakat. Dedikasi almarhum dalam memberikan pelayanan keagamaan dinilai menjadi teladan bagi generasi penerus.
Hal tersebut disampaikan Gus Kikin, sapaan KH Abdul Hakim Mahfudz, ketika menghadiri tahlil malam ketiga wafatnya KH Syukron Ma’mun di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026) malam.
“Jadi (teladan) itu, bagaimana semangat beliau di dalam berceramah, mendampingi umat. (Wafatnya) itu jadi satu kehilangan bagi umat Islam khususnya NU,” ungkap dia.
Baca Lainnya :
- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien0
- Tuntunan Hidup Bersih dalam Islam0
- Cara Mendidik Anak Agar Jadi Saleh0
- Panduan Bayar Zakat Akhir Tahun0
- Fadhilah Sedekah Jumat di Rabiul Akhir0
Gus Kikin juga menceritakan pengalamannya bertemu Kiai Syukron saat menghadiri undangan haul di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada 2024. Dalam kesempatan itu, Kiai Syukron sempat singgah di kediamannya sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara.
Ia mengaku terkesan dengan semangat dakwah Kiai Syukron yang tetap menyampaikan ceramah selama sekitar satu setengah jam meskipun telah berusia lanjut.
“Semangat berdakwah itu yang menjadikan beliau sangat semangat dalam menyampaikan pikiran-pikirannya untuk membina umat,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut.
Menurut Gus Kikin, wafatnya Kiai Syukron merupakan kehilangan bagi umat Islam, terutama Nahdlatul Ulama. Meski demikian, ia meyakini perjuangan almarhum dalam membina umat dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Ia mengajak para hadirin untuk mendoakan Gus Faiz, putra Kiai Syukron sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, agar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di masa mendatang.
“Kita doakan mudah-mudahan banyak manfaat yang akan disebarkan Gus Faiz di masa yang akan datang,” ajak dia, yang disambut seruan amin dari para hadirin.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas keilmuan dan organisasi dalam menghadapi persoalan masyarakat. Ia menilai, kepentingan bersama perlu ditempatkan di atas ego sektoral agar umat Islam dapat memperkuat persatuan.
Sebagai contoh, ia mengangkat sejarah perjuangan Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari melalui Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), yang menghimpun berbagai organisasi Islam untuk menghadapi penjajahan Belanda.
“Majelis Islam A’la Indonesia itu untuk melawan Belanda, NU mengajak semua organisasi ada di situ. Wahabi, Syarikat Islam hingga Muhammadiyah itu semua bersama-sama untuk melawan penjajahan Belanda,” pungkas dia.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Faiz Syukron Makmun atau Gus Faiz menyampaikan apresiasi kepada para tamu yang hadir untuk mendoakan ayahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Gus Kikin atas kehadirannya dalam acara tahlil tersebut.
“Jadi saya terima kasih Gus Kikin sudah hadir ke Pesantren Daarul Rahman. Alhamdulillah beliau bisa mengatur jadwalnya,” tutur dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.nu.or.id











.png)
.png)