Sumur Bor Pulihkan Asa Abdul Manan

By Revolusioner 20 Jul 2026, 12:19:45 WIB Mustahik
Sumur Bor Pulihkan Asa Abdul Manan

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI


Abdul Manan, salah satu penyintas banjir bandang di Dusun Sukamulia, Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, masih mengingat malam mencekam saat banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada November 2025. Sekitar pukul 00.00, air bah menerobos masuk hingga menenggelamkan rumahnya setinggi plafon.

Saat kejadian, Abdul Manan dan ayahnya sedang dalam kondisi sakit. Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, keduanya hanya mampu mengungsi ke perbukitan terdekat untuk menyelamatkan diri.

Tiga hari kemudian, air mulai surut dan meninggalkan lumpur tebal yang mengeras. Kondisi pascabencana justru menjadi tantangan yang lebih berat karena akses jalan terputus sehingga bantuan logistik sulit menjangkau desa mereka.

Baca Lainnya :

Sebelum banjir terjadi, warga Dusun Sukamulia mengandalkan air parit yang berasal dari mata air pegunungan. Ketika musim kemarau, mereka harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk memperoleh air atau membelinya. Namun, banjir bandang merusak saluran air tersebut dan menimbun sumur manual milik warga dengan lumpur.

“Setelah banjir itu jadi lebih sulit, makan pun susah. Warga terpaksa pakai air parit yang berlumpur untuk keperluan sehari-hari. Jangankan untuk MCK yang layak, untuk air minum pun kami ambil dari air berlumpur itu,” ungkap dia kepada tim Dompet Dhuafa, Jumat (17/07/2026).

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Program Air Untuk Kehidupan membangun fasilitas sumur bor dan Mandi Cuci Kakus (MCK) bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan UPZDK Permata Bank Syariah pada Maret 2026 sebagai bagian dari fase pemulihan (recovery) bagi para penyintas.

Bagi masyarakat Dusun Sukamulia, keberadaan sumur bor sedalam 18 meter menjadi sumber kehidupan baru setelah sistem sanitasi mereka lumpuh akibat banjir bandang yang melanda Sumatra pada November 2025.

Dompet Dhuafa bersama UPZDK Permata Bank Syariah kemudian membangun sumur bor melalui proses pengerjaan intensif selama dua pekan. Hingga kini, fasilitas tersebut menjadi sumber utama air bersih yang dimanfaatkan masyarakat setiap hari.

“Berguna sekali, untuk masak, cucu, ibadah, kami nggak perlu lagi konsumsi air keruh atau ambil jauh kalau kemarau. Akses lebih mudah bagi warga. Bukan hanya warga dusun sini saja yang ambil air, banyak juga dari dusun lain atau yang lewat ambil air bersih karena lokasinya ada di pinggir jalan. Alhamdulillah, kami pun rawat, bayar listriknya juga patungan,” kata dia.

Bagi Abdul Manan, keberadaan sumur bor tersebut bukan sekadar bantuan infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan harapan baru. Dia menilai dukungan Dompet Dhuafa, UPZDK Permata Bank Syariah, serta amanah para donatur telah membantu masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment