- Dana Umat dan Masa Depan Pekerjaan Hijau
- Sekolah yang Menolak Jadi Sunyi
- Donasi Raisa-Natasha Bantu Korban Karhutla
- Tiga Mahasiswa Batang Terima Beasiswa BPI
- Beasiswa Fulbright Biayai Studi hingga AS
- Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktoral 2026
- Beasiswa Bojonegoro Jangkau Ribuan Mahasiswa
- Jaro Ade Dorong Beasiswa Santri
- YPMAK Perketat Evaluasi Beasiswa Mahasiswa
- OJK-BWI Integrasikan Wakaf dan Perbankan
YPMAK Perketat Evaluasi Beasiswa Mahasiswa
.png)
Keterangan Gambar : Foto: Dok. Antaranews.com (Rachmat J)
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, memperketat pemantauan akademik terhadap mahasiswa penerima program beasiswa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerima beasiswa mampu memenuhi standar akademik dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Wakil Ketua Pengurus Bidang Pemantauan dan Evaluasi Program YPMAK, Hendhaotje Watory, mengatakan di Timika, Senin, pengawasan tersebut diterapkan sejak semester pertama. Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan dapat mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 sesuai ketentuan yang berlaku.
"Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah keterlambatan penyelesaian studi yang berpotensi memperpanjang masa pembiayaan beasiswa. Untuk sekarang dan ke depannya, dari semester satu, kalau IPK-nya sudah di bawah 2,75, mulai semester pertama sudah diberikan warning (peringatan),” ujar dia.
Baca Lainnya :
- 665 Mahasiswa Banggai Terima Bantuan Biaya Kuliah0
- PCIM Hungaria Perluas Akses Beasiswa Internasional0
- MUI Jajaki Penambahan Beasiswa ke Mesir0
- Beasiswa BI Buka Peluang bagi Mahasiswa Polbeng0
- 35 Jurnalis Terima Beasiswa Pascasarjana BRI0
YPMAK akan mengevaluasi kembali mahasiswa yang belum mencapai standar akademik pada semester berikutnya. Apabila capaian IPK tetap rendah selama beberapa semester berturut-turut, tim pemantauan dan evaluasi dapat mengajukan rekomendasi penghentian beasiswa kepada divisi program.
Hendhaotje menjelaskan, rendahnya IPK berisiko membuat mahasiswa tidak lulus sejumlah mata kuliah sehingga harus mengulang pada semester selanjutnya. Situasi ini dapat memperpanjang masa pendidikan, terutama apabila mata kuliah yang harus diulang hanya tersedia pada semester tertentu.
“Mahasiswa yang berulang kali gagal memenuhi persyaratan akademik bahkan dapat kehilangan waktu hingga beberapa tahun sebelum menyelesaikan pendidikan,” ungkap dia.
Karena itu, YPMAK menilai evaluasi akademik perlu dilakukan sejak awal perkuliahan. Pengawasan tidak seharusnya baru diperketat ketika mahasiswa telah melewati masa studi normal yang dapat berlangsung hingga lima atau enam tahun.
Untuk program studi umum, penerima beasiswa ditargetkan menuntaskan pendidikan sarjana dalam delapan semester atau empat tahun dengan IPK minimal 2,75. Meski demikian, durasi studi dapat disesuaikan dengan karakteristik program studi tertentu, termasuk kedokteran dan teknik.
Pemantauan secara berkala dilakukan melalui pengumpulan data akademik mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi mitra. Data tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dan dasar rekomendasi bagi divisi program dalam menentukan keberlanjutan bantuan pendidikan.
Mahasiswa yang memperoleh rekomendasi penghentian beasiswa tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara mandiri dengan dukungan orang tua.
Di luar aspek akademik, YPMAK juga mendorong para penerima beasiswa agar memperluas pergaulan dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus maupun tempat tinggal selama menempuh pendidikan.
“Kemampuan akademik perlu didukung perubahan pola belajar dan keterampilan bersosialisasi agar mahasiswa Amungme dan Kamoro mampu bersaing dengan mahasiswa dari daerah lain,” ujar dia.
Melalui evaluasi tersebut, YPMAK berharap kualitas lulusan semakin meningkat dan program beasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Amungme dan Kamoro.
Beasiswa bukan sekadar bantuan untuk membiayai pendidikan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi dan masyarakat. Pengelolaan bantuan pendidikan yang disertai pendampingan, evaluasi, serta kepedulian terhadap perkembangan penerima manfaat dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak daerah untuk meraih cita-cita. Semangat ini sejalan dengan gerakan filantropi Islam melalui zakat, infak, dan sedekah yang mendorong pemerataan akses pendidikan serta membangun kemandirian umat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.antaranews.com





.png)

.jpg)



.png)
.png)