- IZI Jateng Latih Santri ESQ
- Banpres Rp200 M untuk Karhutla Sumsel
- Magang Nasional Batch 3 Dibuka
- Danantara Salur Rp1,66 T untuk Filantropi
- Pemuda Masjid Dunia Perkuat Kemitraan
- MUI: Pengawas Syariah Wajib Sertifikasi
- Fun Run Muhammadiyah Bantu Flores
- Dana Umat dan Taruhan Keadilan Iklim
- Napas untuk Hari Esok
- Zafis Bukan Ziswaf: Mengubah Mindset, Membidik Rp1.200 T
Banpres Rp200 M untuk Karhutla Sumsel

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rmol.id
Presiden Prabowo Subianto menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp200 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Dana tersebut disalurkan dalam dua tahap kepada pemerintah provinsi serta sejumlah pemerintah kabupaten dan kota.
Menteri Kehutanan Raja Antoni mengungkapkan penyaluran bantuan itu dalam rapat terbatas penanganan karhutla bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang, serta para bupati dan wali kota se-Sumsel, Senin (26/10/2026). “Tahap pertama Banpres dari Presiden Prabowo sudah keluar, Banpres ini di lihat dari status kedaruratan,“ ujar Raja Antoni.
Pada tahap pertama, pemerintah telah menyalurkan Banpres senilai Rp100 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumsel dan empat kabupaten, yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, serta Ogan Ilir.
Baca Lainnya :
- Magang Nasional Batch 3 Dibuka0
- Pemuda Masjid Dunia Perkuat Kemitraan 0
- MUI: Pengawas Syariah Wajib Sertifikasi 0
- Fun Run Muhammadiyah Bantu Flores 0
- 30 PCNU Layani Pendidikan-Kesehatan0
Berikutnya, bantuan tahap kedua sebesar Rp100 miliar telah disalurkan kepada 10 kabupaten dan kota. Wilayah penerima tersebut meliputi Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Palembang, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas, Empat Lawang, Kota Prabumulih, dan Lahat.
Dengan penyaluran dua tahap tersebut, total Banpres dari Presiden Prabowo untuk penanganan karhutla di Sumsel mencapai Rp200 miliar. Pemerintah pusat berharap pemerintah daerah dapat terus memperkuat koordinasi agar seluruh sumber daya yang tersedia dimanfaatkan secara optimal untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Pemberian bantuan tersebut mempertimbangkan tingkat kedaruratan karhutla di masing-masing wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel serta memastikan penggunaannya berkaitan langsung dengan upaya penanganan karhutla.
“Mohon digunakan dengan transparan dan akuntabel. Ini dana dari Presiden Prabowo Subianto untuk karhutla, maka dipergunakan untuk yang berkaitan dengan karhutla,” pesan Raja Antoni.
Banpres tersebut menjadi dukungan tambahan di luar dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), anggaran Kementerian Kehutanan untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing, serta anggaran yang bersumber dari APBD.












.png)
.png)