- BAZNAS Mataram Pugar 56 Rumah Mustahik
- Islamic Relief Bantu Korban Banjir Bangladesh
- Belajar Pangkas Gratis di MUI Tangerang
- Mengenal Tradisi Waris Sebelum Kematian
- Filantropi Islam Indonesia Harus Mendunia
- Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Maruf Amin
- RZ Perkuat Ketahanan Pangan Mustahik
- Jurnalisme Filantropi: Revitalisasi Peran Media untuk Visi Kesejahteraan Umat
- Ini Beasiswa Tendik untuk Studi di Inggris
- Muhammadiyah Terima Wakaf Pesantren
BAZNAS Mataram Pugar 56 Rumah Mustahik

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram mulai
merealisasikan program pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga
berpenghasilan rendah. Pada tahap awal, program tersebut mencakup 26 unit
rumah, yang terdiri atas 15 unit pembangunan kembali akibat kerusakan berat dan
11 unit renovasi karena kondisi bangunannya masih dinilai layak.
Program
ini bertujuan meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu agar
menjadi lebih sehat, aman, dan layak huni, sekaligus mendukung upaya
penanggulangan kemiskinan di Kota Mataram.
Ketua
Baznas Kota Mataram, H. Djaswad, mengatakan bahwa program pemugaran RTLH pada
tahun 2026 ditargetkan menjangkau 56 unit rumah milik warga kurang mampu. Dari
jumlah tersebut, sebanyak 26 unit dibiayai Baznas Kota Mataram, 10 unit
didukung Baznas Provinsi NTB, dan 20 unit lainnya berasal dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB.
Baca Lainnya :
- Bank Aceh Langsa Berzakat Rp400 Juta0
- ASN Kemenag Aceh Berzakat ke Baitul Mal0
- Gub Mahyeldi Gencarkan Gerakan Wakaf0
- Zakat, Solusi Kemiskinan Ekstrem di NTB0
- Bank Aceh Syariah Berzakat Rp400 Juta0
Menurut dia, jumlah penerima bantuan masih berpotensi bertambah apabila penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah mengalami peningkatan pada tahun ini. “Tidak menutup kemungkinan RTLH bisa bertambah kalau ada anggaran nanti,” ujar dia, Senin (3/8).
Dia
menjelaskan bahwa pelaksanaan program yang dibiayai Baznas Kota Mataram telah
dimulai untuk 26 unit rumah, dengan rincian 19 unit berada di Kelurahan Karang
Kemong dan tujuh unit di Kecamatan Ampenan. Hingga saat ini, enam unit telah
memasuki tahap pengerjaan, sedangkan 20 unit lainnya masih dalam proses
penyelesaian administrasi.
Tambah dia, dari total 26 unit rumah tersebut, sebanyak 15 unit dibangun kembali dari awal karena mengalami kerusakan berat. Sementara itu, 11 unit lainnya hanya menjalani renovasi pada beberapa bagian karena struktur bangunannya masih cukup kuat. “Untuk program bangun baru, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp25 juta per unit, sedangkan untuk renovasi masing-masing sebesar Rp20 juta per unit,” kata dia.
Selain
program yang didanai Baznas Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB juga
mengalokasikan bantuan pemugaran untuk 30 unit RTLH dengan nilai rata-rata Rp25
juta per unit. Penetapan penerima bantuan dilakukan setelah melalui proses
validasi berdasarkan data by name by address.
Dengan
alokasi tersebut, total anggaran bantuan RTLH dari Pemerintah Provinsi NTB
untuk Kota Mataram mencapai sekitar Rp750 juta.
Program
pemugaran RTLH itu ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026. Mantan Sekretaris
Daerah Kota Mataram tersebut mengatakan bahwa jumlah bantuan RTLH dari
Pemerintah Provinsi NTB pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun
sebelumnya yang hanya mencapai 25 unit. Penambahan kuota tersebut diberikan
karena Kota Mataram dinilai berhasil melaksanakan program secara tepat sasaran
dan sesuai ketentuan.
Keberhasilan itu dibuktikan melalui proses verifikasi lapangan yang dilakukan langsung oleh tim Pemerintah Provinsi NTB. Sebagai bentuk penghargaan atas kinerja tersebut, Baznas Kota Mataram pada tahun 2025 menerima apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTB atas pelaporan serta pelaksanaan program pemugaran RTLH. (pan)
Kontributor:
Sella
Editor:
MAS
Sumber: www.suarantb.com











.png)
.png)