- Penyaluran Santunan Anak Yatim dari Hasil Wakaf Produktif Greenhouse Melon di Gunungkidul, Yogyakart
- DD Ajak Yatim Belanja Bareng
- Waspada Travel Haji Ilegal
- DPR: Perketat Pengawasan Kurban
- Kitabisa-Bakti Barito Investasi Sosial Rp13 M
- BPKH-Lazisnu Sumbang Mobil Dakwah
- Pesantren Eco Filantropi Diluncurkan
- Young-ji Santuni Panti Jompo
- Fans Zayn Malik Donasi Palestina
- Wakaf Orbit Konser Nasyid untuk Palestina
DPR: Perketat Pengawasan Kurban

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Anggota DPR RI Hindun Anisah meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Menurut dia, langkah tersebut sangat krusial guna memastikan seluruh hewan yang diperdagangkan memenuhi standar kesehatan, kelayakan fisik, serta ketentuan syariat Islam.
“Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti,” ujar dia di Jakarta, Senin.
Baca Lainnya :
- DD Hadirkan Inovasi Kurban Unta0
- Jakarta Siapkan 900 Sapi Kurban0
- Jambi Dapat 12 Sapi Presiden0
- RZ Luncurkan Qurban Digital BRImo0
- BAZNAS Loteng Siapkan Kurban Terbaik0
Ia menyampaikan bahwa lemahnya pengawasan berpotensi meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit. Kondisi ini, lanjut dia, tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi keabsahan ibadah kurban.
Diketahui, sesuai ketentuan syariah dan kesehatan, hewan kurban harus dalam kondisi aktif, memiliki nafsu makan yang baik, serta tidak mengalami cacat fisik, seperti pada bagian ekor atau telinga.
Hindun juga menyoroti ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih mengintai populasi ternak sapi, kambing, dan domba. Menurut dia, gejala seperti luka pada mulut dan kaki, demam tinggi, serta kondisi tubuh yang lemah perlu diwaspadai secara serius oleh petugas di lapangan.
“Penyebaran PMK dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas daging kurban, mengganggu rantai distribusi ternak, hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar dia.
Legislator asal Jawa Tengah itu menilai pemerintah perlu melakukan mitigasi sejak dini. Dinas Peternakan di daerah, ujar dia, harus melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh di pasar-pasar hewan setempat. Selain itu, setiap hewan kurban wajib dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan.
“Pemerintah daerah juga bisa memperketat pemeriksaan lalu lintas ternak antar-daerah sehingga dapat mengantisipasi lebih awal jika hewan kurban terjangkit PMK,” ujar dia.
Selain pengawasan dari pemerintah, Hindun juga mengimbau masyarakat yang akan berkurban agar lebih teliti dalam memilih hewan. Ia mengingatkan agar tidak hanya tergiur harga murah atau ukuran besar tanpa memperhatikan kondisi kesehatan hewan.
“Masyarakat harus lebih bijak. Jangan hanya melihat harga dan ukuran, tetapi pastikan hewan tersebut sehat, tidak cacat, dan sesuai syariah. Kesadaran masyarakat adalah kunci karena ibadah kurban bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan,” kata dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.antaranews.com








.png)
.jpg)
.png)