Kitabisa-Bakti Barito Investasi Sosial Rp13 M

By Revolusioner 05 Mei 2026, 08:02:38 WIB Z-Style
Kitabisa-Bakti Barito Investasi Sosial Rp13 M

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Babelinsight.id


Kemitraan strategis antara Kitabisa.org dan Bakti Barito meluncurkan program Green Guardians dengan target investasi sosial sebesar Rp13 miliar untuk memperkuat pendidikan iklim secara holistik di Indonesia. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung implementasi program di 222 sekolah serta pengembangan kader Adiwiyata, sebagaimana dilansir dari Suara.

Skema pendanaan ini mengusung inovasi melalui pembentukan dana abadi, di mana Bakti Barito akan melipatgandakan setiap donasi publik yang masuk. Sementara itu, Kitabisa.org turut memberikan tambahan pendanaan guna memastikan keberlanjutan dampak program melalui jangkauan digital yang luas.

Alokasi anggaran tahunan dibagi ke dalam dua komponen utama, yakni 70 persen untuk pelaksanaan program langsung di ratusan sekolah menuju status Adiwiyata dalam kurun waktu lima tahun. Adapun 30 persen sisanya dialokasikan ke dana abadi Wakaf Produktif guna menjaga keberlanjutan kaderisasi lingkungan.

Baca Lainnya :

Program ini berfokus pada perubahan pola pikir siswa melalui pendekatan partisipatif, seperti pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta konservasi energi. Para guru juga diberikan pelatihan khusus agar mampu menyampaikan materi perubahan iklim secara aplikatif kepada siswa.

“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis,” ujar Alfatih Timur, Pendiri Kitabisa.org.

Langkah pencocokan dana ini merupakan strategi untuk memastikan pendidikan iklim dapat menjangkau lebih banyak institusi pendidikan secara berkelanjutan. Alfatih menegaskan pendekatan tersebut penting agar program lingkungan tidak terhenti di tengah jalan.

“Kami memandang program Green Guardians sebagai sebuah upaya kolaboratif, dan kami secara aktif mengundang berbagai pihak untuk bersama-sama menjangkau lebih banyak siswa di seluruh negeri,” jelas dia.

Dian A. Purbasari menilai pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam pendidikan lingkungan untuk menghasilkan dampak yang luas dan nyata. Menurut dia, langkah ini diharapkan mampu mengintegrasikan pemahaman teoretis siswa dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga ekosistem sekolah.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.babelinsight.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment