Kemenag Percepat Pemulihan Pesantren Aceh

By Raeihan Ramadhan 08 Nov 2026, 00:10:34 WIB Nasional
Kemenag Percepat Pemulihan Pesantren Aceh

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kemenag.go.id (Angga)


Ribuan guru pesantren dan santri di Aceh yang terdampak banjir akan segera menerima bantuan dari Kementerian Agama (Kemenag). Total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp43 miliar dan dijadwalkan mulai disalurkan pada pekan ketiga November 2026.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah Kemenag Aceh. Bantuan tersebut diterima Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Aceh, Muntasyir, bersama Ketua Tim Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Muzakkir.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menjelaskan bahwa alokasi bantuan bagi guru pesantren mencapai Rp12,96 miliar untuk 4.321 penerima. Masing-masing guru akan memperoleh Rp3 juta. Sementara itu, bantuan bagi 17.738 santri disiapkan sebesar Rp31,92 miliar, dengan nominal Rp1,8 juta per orang. Seluruh penerima merupakan guru dan santri yang terdampak banjir pada akhir tahun lalu.

Baca Lainnya :

"Bantuan yang hampir Rp13 miliar ini disalurkan bagi 4.321 penerima, atau setara Rp3.000.000 per guru pesantren terdampak bencana banjir akhir tahun lalu," kata Azhari, Kamis, (5/11/2026).

"Sedangkan bantuan untuk santri terdampak banjir akhir tahun lalu, sejumlah Rp31.928.400.000. Bantuan yang hampir Rp32 milyar ini disalurkan bagi 17.738  santri atau setara Rp1.800.000 per santri," tambah dia.

Muntasyir menyampaikan bahwa proses administrasi penyaluran masih berlangsung. Panitia tengah menyiapkan rekening atas nama masing-masing penerima. Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, bantuan akan dikirimkan langsung ke rekening penerima.

Pemulihan Fasilitas Terus Berjalan

Di samping bantuan bagi guru dan santri, Kemenag juga melanjutkan rehabilitasi serta rekonstruksi berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir. Azhari melaporkan bahwa perbaikan sejumlah kantor Kemenag di Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Kota Langsa masih dikerjakan.

Sementara itu, rehabilitasi Kantor Urusan Agama (KUA) beserta pengadaan peralatannya telah mencapai progres fisik 85 persen.

Pemulihan turut menyasar sarana pendidikan dan layanan keagamaan masyarakat. Pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya yang sebelumnya hanyut diterjang banjir telah mencapai 43,31 persen. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, gedung kantor, laboratorium komputer, perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta kantin.

Adapun KUA Putri Betung di Kabupaten Gayo Lues yang hilang akibat banjir direncanakan dibangun kembali di lokasi berbeda. Penyediaan lahan untuk pembangunan tersebut tengah diupayakan melalui kemitraan dengan Kantor Kementerian Agama setempat.

Penanganan rumah ibadah dan pondok pesantren yang terdampak bencana juga terus dilakukan melalui penyaluran bantuan secara bertahap. Namun, pelaksanaan pemulihan masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa wilayah yang sebelumnya terdampak kembali mengalami banjir, sedangkan waktu efektif untuk menyelesaikan program tersisa sekitar tiga bulan.

"Percepatan realisasi perlu menjadi perhatian bersama, mengingat waktu efektif yang tersisa sekitar tiga bulan. Karena itu, diperlukan tim pengawasan di tingkat pusat, Kanwil, serta kabupaten/kota," ujar dia.

Kemenag Siapkan Tim Tanggap Bencana

Sejalan dengan upaya pemulihan di Aceh, Kemenag juga tengah mematangkan pembentukan struktur penanganan bencana yang lebih permanen. Wamenag Romo Muhammad Syafi'i menyampaikan bahwa proses pembentukan tim tersebut telah mendekati tahap penyelesaian.

"Alhamdulillah, sudah hampir selesai. Jadi kan ada tim pusat koordinasi langsung bukan dengan garis putus-putus ke wilayah, sampai ke kankemenag dan ke KUA. Dan kita sebenarnya selama ini personil kita di bawah itu sudah dipakai oleh BNPB. Ke depan kita langsung menjadi tim tanggap bencana," kata Wamenag.

Tim Koordinasi Penanganan Bencana tersebut akan dipimpin Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Faisal Ali Hasyim, yang turut hadir dalam kegiatan di Aceh. Dalam rapat koordinasi pematangan tim pada 2 November 2026, Faisal menjelaskan bahwa tim akan bertugas sebagai koordinator penanganan bencana di lingkungan Kemenag.

Ruang lingkup tugasnya mencakup koordinasi bantuan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, pendataan wilayah serta korban terdampak, hingga penghimpunan dan penyaluran dana melalui rekening Kemenag Peduli. Seluruh proses tersebut diarahkan agar berjalan secara tertib dan akuntabel.

Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali gedung dan fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak. Kepedulian semacam ini perlu terus diperkuat melalui semangat gotong royong. Zakat dan infak dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu masyarakat terdampak bencana, meringankan beban mereka, serta mendukung pemulihan kehidupan dan pendidikan agar harapan generasi mendatang tetap terjaga.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.kemenag.go.id      




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment