- Kurban DD Sampai Afrika dan Palestina
- DT Peduli Salurkan Kurban ke 30 Negara
- RZ Latih UMKM Ilmu Wirausaha
- Khofifah Bedah Rumah Penjaga Sekolah
- DJP: Laznas Bertambah Jadi 58
- Dhuafa Berdaya Berkat Greenhouse BWI
- DD Ajak Yatim Belanja Bareng
- Waspada Travel Haji Ilegal
- DPR: Perketat Pengawasan Kurban
- Kitabisa-Bakti Barito Investasi Sosial Rp13 M
Khofifah Bedah Rumah Penjaga Sekolah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Disway.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau program bedah rumah milik penjaga sekolah, Wandhori di Jalan Dinoyo Baru sebagai bentuk kepedulian dalam momentum Hardiknas, Selasa (5/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari perhatian terhadap insan pendidikan. Khofifah jelas dia bantuan tersebut bersumber dari zakat keluarga besar Dinas Pendidikan se-Jawa Timur.
Dana itu ditasarufkan untuk berbagai program sosial, salah satunya memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi hunian layak. “Zakat yang dikumpulkan oleh staf Dinas Pendidikan kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk program rutilahu ini. Setiap kabupaten/kota memiliki satu titik bantuan,” ujar dia.
Baca Lainnya :
- Kemenag Bogor: Zakat UPZ Aman0
- RZ dan Lazis PLN Bantu Mustahik Batam 0
- Ini Nama 34 Capim BAZNAS Jatim 0
- ASN Kemenag Dongkrak Zakat Profesi0
- RZ Berdayakan Ternak Ayam Lombok 0
Selain program bedah rumah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan program afirmasi berupa beasiswa sebesar Rp 1 juta bagi keluarga kurang mampu.
Program tersebut berasal dari zakat pegawai Dinas Pendidikan yang dikelola untuk membantu masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan momentum Hardiknas dimanfaatkan untuk memperluas kepedulian terhadap insan pendidikan.
Ia menyebut perhatian tidak hanya diberikan kepada guru, tetapi juga tenaga pendukung seperti penjaga sekolah. “Pak Wandhori telah mengabdi selama 19 tahun sebagai penjaga sekolah. Setelah melalui proses survei, beliau dinilai layak menerima bantuan ini,” ungkap dia.
Ia menambahkan program bedah rumah ini tidak hanya berlangsung di Surabaya, tetapi juga tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Setiap daerah memperoleh satu titik bantuan.
Program tersebut juga telah berjalan sejak tahun sebelumnya dengan total sekitar 135 rumah yang sudah direnovasi melalui dukungan dana Baznas.
Nilai bantuan untuk setiap rumah berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 25 juta. Aries menyebut jumlah itu cukup untuk proses pembangunan dengan dukungan gotong royong masyarakat sekitar.
“Durasi pembangunan rata-rata antara satu hingga dua bulan. Kami berharap program ini benar-benar memberikan dampak nyata, terutama bagi kesejahteraan tenaga pendukung pendidikan,” pungkas dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.disway.id








.png)
.jpg)
.png)