- CSR, 40 Mahasiswa Raih Beasiswa IBLF
- Jangan Jadikan Zakat Bancakan Politik
- Zakat Berdayakan Nelayan Komodo
- RZ Latih Pemuda Peduli Lingkungan
- Potensi Zakat Batang Hari Rp 16 M
- Media Gerakkan Kebaikan via Jurnalisme Filantropi
- Lilawangsa Run Himpun Donasi Rumah Ibadah
- Elon Musk Siap Donasikan Seluruh Kekayaan
- Baznas Bantu Pemberdayaan Pesantren Rp871 Juta
- Baitul Mal Aceh Tengah Bantu Alkes Warga Dhuafa
Jangan Jadikan Zakat Bancakan Politik

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menegaskan dana zakat dan infak yang dikelola Baitul Mal merupakan amanah umat sehingga tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.
Penegasan tersebut disampaikan Jeffry saat menghadiri Baitul Mal Award 2026, pelaporan pertanggungjawaban penerimaan tahun 2025 dan penyaluran zakat senif miskin bagi pelajar se-Kota Langsa di Halaman Pendopo Wali Kota Langsa, Senin (10/8/2026).
Jeffry mengatakan keterbukaan dan transparansi menjadi hal penting dalam pengelolaan dana umat. Masyarakat harus mengetahui bahwa zakat yang mereka titipkan benar-benar disalurkan kepada kelompok yang berhak.
Baca Lainnya :
- Potensi Zakat Batang Hari Rp 16 M0
- Baitul Mal Aceh Tengah Bantu Alkes Warga Dhuafa 0
- Dibuka, Seleksi Capim BAZNAS Surabaya0
- Kampung Zakat Turunkan Angka Stunting0
- BAZNAS Mataram Pugar 56 Rumah Mustahik 0
“Baitul Mal harus terus menjaga keterbukaan dan transparansi, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa zakat yang mereka titipkan benar-benar disalurkan kepada mereka yang berhak,” ujar dia.
Dia bahkan secara tegas meminta agar Baitul Mal tidak dijadikan sarana kepentingan politik. “Saya tegaskan kembali, kami tidak akan menjadikan Baitul Mal sebagai bancakan untuk kegiatan politik. Dana zakat tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan partai politik, tim sukses, maupun kepentingan pribadi,” ucap dia.
Jeffry menyebut dana Baitul Mal harus dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selama ini, bantuan telah diberikan kepada korban banjir, janda lanjut usia, anak yatim, mualaf dan kelompok masyarakat lainnya yang memenuhi kriteria penerima.
Dia juga menyoroti kondisi pelajar dari keluarga kurang mampu. Kepala sekolah diminta lebih aktif mendeteksi kebutuhan siswa, khususnya mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan.
“Tidak ada tas, kita bantu tas. Tidak ada sepatu, kita bantu sepatu. Tidak ada buku, kita bantu buku. Tidak ada seragam, kita bantu seragam,” ujar dia.
Menurut Jeffry, persoalan anak-anak kurang mampu juga tidak semestinya dieksploitasi untuk kepentingan konten di media sosial. Dia meminta persoalan tersebut terlebih dahulu dikoordinasikan melalui sekolah, Baitul Mal, pemerintah gampong dan kecamatan.
“Jangan sampai anak-anak kita yang kurang mampu dieksploitasi untuk kepentingan konten, sehingga muncul kesan seolah-olah pemerintah, sekolah, guru dan perangkat gampong tidak peduli,” ujar dia.
Jeffry juga mengapresiasi masyarakat, para muzakki, munfiq dan ASN Pemerintah Kota Langsa yang telah mempercayakan zakat profesinya kepada Baitul Mal.
Dia berharap kepercayaan tersebut terus dijaga melalui pengelolaan yang amanah, transparan dan tepat sasaran sehingga zakat benar-benar mampu menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id










.png)
.png)