- Alumni UGM Donasi Banjir Sumatra Rp75 Juta
- Lazismu Perluas Manfaat untuk Mustahik
- UMKM Depok Dapat Gerobak Lazisnu
- RZ Gelar Workshop Pengelolaan Sampah
- Dunia Abaikan Krisis Kemanusiaan Sudan
- Lazismu Layani Pasien Kanker Palestina
- HUT Jakarta, Kemenag Bidik Wakaf Rp500 M
- BCA Buka Beasiswa S1 Subsidi UKT
- Kampung Zakat Turunkan Angka Stunting
- AI Dorong Zakat Wakaf Raup 1,2 Triliun USD
Kampung Zakat Turunkan Angka Stunting

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Program Kampung Zakat Nagari Ampalu kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Mulai Senin (3/8/2026), program ini resmi meluncurkan pemenuhan gizi berupa pemberian paket makan bergizi kepada 16 balita stunting di Nagari Ampalu yang akan berlangsung selama 60 hari ke depan.
Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara LAZ BSI Maslahat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lima Puluh Kota, Puskesmas Halaban, dan Pemerintah Nagari Ampalu, Sumbar. Sinergi ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa.
Kader Posyandu yang bertugas melakukan pendampingan, pemantauan harian, serta memastikan paket makanan dikonsumsi langsung oleh balita sasaran.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Mataram Pugar 56 Rumah Mustahik 0
- Bank Aceh Langsa Berzakat Rp400 Juta0
- ASN Kemenag Aceh Berzakat ke Baitul Mal0
- Gub Mahyeldi Gencarkan Gerakan Wakaf0
- Zakat, Solusi Kemiskinan Ekstrem di NTB0
Program ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Dira Wahyuni, salah seorang wali balita penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan kerja sama sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga bantuan ini membawa manfaat bagi tumbuh kembang anak-anak kami," ujar dia.
Senada dengan hal tersebut, Ahli Gizi Puskesmas Halaban, Era Yanti, S.Gz, berharap program ini mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan status gizi anak-anak di wilayah tersebut.
"Melalui Program Kampung Zakat ini, diharapkan status gizi balita penerima manfaat dapat meningkat, angka stunting di Nagari Ampalu terus menurun, serta lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tutur dia.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang solid ini. Menurut dia, esensi Kampung Zakat kini telah meluas ke ranah kesehatan.
"Kampung Zakat tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat, tetapi juga hadir untuk menjawab persoalan sosial dan kesehatan masyarakat. Program pemenuhan gizi bagi balita stunting ini merupakan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ungkap dia.
Ia juga berharap agar sinergi antara LAZ BSI Maslahat, Pemerintah Nagari, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat ini bisa terus berlanjut. Targetnya, Kampung Zakat Nagari Ampalu dapat menjadi contoh sukses kolaborasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berdaya.
Selain fokus pada penanganan stunting, Kampung Zakat Nagari Ampalu mencatat rekam jejak yang produktif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga dakwah.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id










.png)
.png)