- BAZNAS Kirim Kurban Palestina ke Suriah
- YBM PLN IZI Riau Gelar Khitan Massal
- Rumah Zakat Bantu Lansia Balikpapan
- Muharam Simpan Sejarah Agung Kenabian
- PBNU Didorong Bentuk Baitul Mal
- Ratusan Peserta Berebut Beasiswa Pilot
- MBG dan Filantropi Gotong Royong: Solusi Pembiayaan Tanpa APBN
- BWI Genjot Wakaf Produktif
- IFRC Kirim Donasi Ebola ke Kongo
- Yatim Mandiri Gelar Inspiring Muharram
Muharam Simpan Sejarah Agung Kenabian

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Bulan Muharram bukan hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Bulan tersebut merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt, sekaligus momentum spiritual untuk memperbaiki niat dan meningkatkan ketakwaan.
Kemuliaan bulan tersebut ditegaskan langsung oleh Rasulullah Saw dalam sabdanya:
إِنَّ الزمانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ والأَرْضَ: السنةُ اثنا عَشَرَ شَهْرًا، منها أربعةٌ حُرُمٌ: ثلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ، وذُو الحَجَّةِ، والمحرمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بين جُمَادَى وشَعْبَانَ
Baca Lainnya :
- Muharram Momentum Hijrah Diri0
- Urgensi Dam Haji ke RI: Analisis Fikih, Sosial dan Pemerataan Gizi0
- Syarat Kurban Sah Idul Adha0
- Ini Tips Atur Siklus Haid Saat Haji0
- Ini Hoaks Zakat yang Ramai Dibongkar0
“Sesungguhnya, zaman terus berputar sebagaimana saat Allah menciptakan langit serta bumi. 1 tahun ada 12 belas bulan, di antaranya 4 empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadil Tsani (Jumadil Akhir) dan Sya’ban.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Sebagai salah satu bulan haram, Muharram menjadi waktu yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh serta menjaga diri dari perbuatan sia-sia dan maksiat.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Keistimewaan dan Amalan Sunnah Bulan Muharram dan Bulan Islam Lainnya karya Nisa Amelia Hamidah, bulan tersebut menjadi saksi bisu atas sepuluh peristiwa agung yang dialami para Nabi.
10 Peristiwa Agung di Bulan Muharram
Penerimaan Taubat Nabi Adam as
Bulan Muharram menjadi waktu penciptaan Nabi Adam as, lahirnya Siti Hawa, serta diterimanya taubat Nabi Adam setelah peristiwa memakan buah Khuldi. Terkait hal tersebut, Ibnu Rajab al-Hambali dalam kitab Lathaiful Ma’arif halaman 54 meriwayatkan perkataan Ubaid bin Umair:
صحَّ مِنْ حَدِيث أبي إسحاق عن الأسْوَد بن يَزيد أَنَّهُ قال: “سَألْتُ عُبَيد بن عُمَير عَنْ صِيَام يَوْمَ عَاشُورَاء؟ فقال: الْمُحَرَّم شَهْرُ الله الْأصَمّ فِيْهِ تيب عَلَى آدم عليه السلام فَإنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَمُرَّ بِك إلّا صُمْته فَافْعَلْ
“Ibnu Rajab telah mensahihkan sebuah hadis dari Abu Ishaq dari al-Aswad bin Yazid bahwasanya ia berkata: Aku bertanya kepada ubaid bin Umair perihal puasa di hari ‘Asyura, ia menjawab: Muharram adalah bulan Allah yang penting (al-ashamm). Di dalamnya Nabi Adam diterima taubatnya. Bila kamu mampu untuk tidak melewatinya tanpa puasa, maka puasalah.”
(Ibnu Rajab al-Hambali, Lathaiful Ma’arif, tanpa tahun: 54)
Penyelamatan Nabi Nuh as dari Bencana
Setelah menghadapi ujian besar berupa banjir bandang yang menenggelamkan kaum yang ingkar, Nabi Nuh as bersama para pengikutnya memperoleh mukjizat keselamatan. Kapal yang mereka tumpangi berhasil berlabuh dengan selamat pada bulan Muharram.
Merujuk pada riwayat Qatadah yang dinukil Ibnu Katsir dalam Qashash Al-Anbiyaa, peristiwa penyelamatan Nabi Nuh as dari banjir bandang terjadi pada bulan Muharram. Dikisahkan, Nabi Nuh as bersama para pengikutnya mulai berlayar pada 10 Rajab selama 150 hari, kemudian berlabuh di Gunung Judiy selama satu bulan hingga akhirnya turun dari kapal tepat pada 10 Muharram.
Ibnu Jarir juga menambahkan dalam sebuah riwayat marfu bahwa pada hari turun dari kapal tersebut, Nabi Nuh as dan para pengikutnya melaksanakan puasa. Selain peristiwa bersejarah itu, 10 Muharram atau hari Asyura juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting lainnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah ra.
Pertolongan Allah bagi Nabi Ibrahim as
Nabi Ibrahim as menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa ketika berhadapan dengan kobaran api Raja Namrud. Berkat doa dan pertolongan Allah Swt, api yang membakar tersebut menjadi dingin, sehingga Nabi Ibrahim as selamat tanpa luka sedikit pun tepat pada bulan Muharram.
Kebebasan Nabi Yusuf as dari Penjara
Setelah bertahun-tahun berada di penjara akibat fitnah yang berat, Allah Swt membukakan jalan kebebasan bagi Nabi Yusuf as. Momen pembebasan dari jeratan hukum yang tidak adil tersebut terjadi pada bulan yang mulia ini.
Kembalinya Penglihatan Nabi Yaqub as
Kesedihan mendalam karena kehilangan putranya, Nabi Yusuf as, membuat Nabi Yaqub as jatuh sakit hingga kehilangan penglihatan. Namun, pada bulan Muharram, Allah Swt mengembalikan penglihatan Nabi Yaqub as, sebagaimana diabadikan dalam Surah Yusuf ayat 76.
Mukjizat Kesembuhan Nabi Ayyub as
Setelah diuji dengan penyakit kulit parah selama bertahun-tahun, Nabi Ayyub as tetap sabar dan terus memanjatkan doa kepada Allah Swt. Pada bulan Muharram, Allah Swt mengabulkan permohonan beliau dan memberikan kesembuhan secara sempurna atas izin-Nya.
Kemenangan Nabi Musa as dan Penurunan Kitab Taurat
Tepat pada 10 Muharram, Allah Swt membelah Laut Merah untuk Nabi Musa as dan para pengikutnya agar dapat selamat dari kejaran Fir’aun. Pada bulan yang sama, Allah Swt juga menurunkan kitab Taurat sebagai petunjuk bagi Bani Israil.
Penyelamatan Nabi Yunus as
Setelah berada dalam kondisi yang sangat mencekam di dalam perut ikan paus selama 40 hari, Nabi Yunus as akhirnya dikeluarkan dalam keadaan selamat. Mukjizat tersebut menjadi simbol kekuatan doa dan kesabaran pada bulan Muharram.
Kemuliaan Nabi Idris as
Bulan Muharram juga mencatat peristiwa ketika Allah Swt mengangkat kedudukan dan derajat Nabi Idris as ke tempat yang mulia.
Hijrah Nabi Muhammad Saw
Salah satu tonggak sejarah terpenting bagi umat Islam terjadi pada bulan Muharram, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa tersebut menjadi awal penting bagi perkembangan dakwah Islam.
Baca juga: Tradisi Muharram: Antara Budaya dan Syariat Islam
Berbagai peristiwa agung tersebut bukan sekadar catatan sejarah masa lalu. Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian selalu ada pertolongan Allah bagi mereka yang sabar dan terus berdoa. Semoga momentum Muharram tahun ini menjadi titik balik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan tersebut adalah menyantuni anak yatim dan berbagi kepada sesama. Rasulullah Saw senantiasa memberikan teladan terbaik dalam menyayangi mereka yang membutuhkan. Sebab, di balik senyum seorang yatim, terdapat keberkahan yang Allah janjikan.
Mari jadikan momentum Muharram tahun ini sebagai titik balik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan berbagi kebaikan.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org










.png)
.png)