Penguatan Zakat Kesehatan Kunci Kesejahteraan

By Revolusioner 26 Jun 2026, 09:48:37 WIB Nasional
Penguatan Zakat Kesehatan Kunci Kesejahteraan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Unair.ac.id


Pengelolaan zakat di sektor kesehatan dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam perspektif maqashid syariah, kesehatan atau an-nafs merupakan salah satu aspek penting yang harus dijaga demi terwujudnya kesejahteraan umat.

Dalam Sustainable Development Goals (SDGs), aspek kesehatan menjadi tujuan ketiga yang berfokus pada terciptanya kehidupan yang sehat dan sejahtera. Meski Indonesia tercatat sebagai negara dengan anggaran pembangunan kesehatan terbesar di kawasan ASEAN, berbagai persoalan kesehatan masih belum sepenuhnya dapat diatasi hanya melalui pembiayaan pemerintah. Kondisi tersebut membuka ruang bagi partisipasi masyarakat, termasuk lembaga sosial dan keuangan syariah, untuk berkontribusi melalui instrumen zakat.

Zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem keuangan sosial Islam yang mampu membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan. Salah satu implementasinya ialah membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses obat-obatan dan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Baca Lainnya :

Indonesia juga masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Selain memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, negara ini masih dibayangi persoalan stunting, anemia, malnutrisi pada anak, hingga keterbatasan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 27,54 juta jiwa atau sekitar 10,14 persen dari total populasi nasional. Dibandingkan Maret 2020, jumlah tersebut meningkat sekitar 1,12 juta jiwa. Selain itu, tingginya angka kematian ibu, kasus stunting, serta ketimpangan akses layanan kesehatan di daerah pedesaan masih menjadi tantangan yang menghambat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2024), kebutuhan layanan kesehatan yang belum terpenuhi di Indonesia juga meningkat, dari 4,6 persen pada 2015 menjadi 5,18 persen pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memperoleh layanan kesehatan secara optimal.

Di tengah kondisi tersebut, lembaga zakat tidak hanya berfokus pada penanggulangan kemiskinan, tetapi juga mulai memperkuat perannya dalam mengatasi persoalan kesehatan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Integrasi zakat ke dalam sistem pelayanan kesehatan dinilai mampu menjadi solusi untuk mendukung program kesehatan ibu, intervensi gizi, hingga layanan klinik keliling bagi masyarakat kurang mampu. Sejumlah lembaga zakat telah menjalankan berbagai program kesehatan, seperti rumah singgah yang dikembangkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), serta pembangunan rumah sakit oleh Dompet Dhuafa di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Meski demikian, dibandingkan sektor lainnya, pemanfaatan dana zakat untuk bidang kesehatan masih tergolong terbatas. Padahal, peningkatan kualitas kesehatan memiliki dampak yang luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program kesehatan yang didukung dana zakat, infak, sedekah, maupun wakaf dinilai telah memenuhi prinsip kemaslahatan bagi para mustahik.

Karena berbagai program kesehatan telah lama dijalankan oleh sejumlah lembaga zakat di Indonesia, pemberdayaannya dinilai perlu diperluas agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin besar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan para penerima zakat.

Evaluasi terhadap model pemberdayaan sektor kesehatan yang dijalankan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) maupun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas program. Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat diharapkan semakin kuat sehingga mampu mendukung kebijakan kesehatan nasional secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mustahik.

Kontributor: Azzam Al Hanif

Editor: MAS

Sumber: www.unair.ac.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment