- Kurban Palestina Makin Diminati WNI
- Aplikasi Kawal Haji Pantau Kendala Jemaah
- Sedekah Sayur Sasar 31 Ribu Mustahik
- Zakat di Bolmong Naik 50 Persen
- RZ Luncurkan Qurban Digital BRImo
- Putus Kemiskinan via Beasiswa Mustahik
- Itera–Palestina Jalin Kemitraan Pendidikan
- Beasiswa BIB 2026 Resmi Dibuka
- Cuaca Ekstrem, Calhaj Jaga Kesehatan
- RZ Gempur Stunting Desa Kraton
Putus Kemiskinan via Beasiswa Mustahik

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat program beasiswa bagi mustahik sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Menag menegaskan bahwa kemiskinan tidak hanya terkait kekurangan materi, tetapi juga keterbatasan ilmu pengetahuan. Karena itu, Baznas diharapkan tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, melainkan juga mengedepankan pendekatan pendidikan melalui program beasiswa yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ia merujuk pada pesan dalam surat Al-Ma’un bahwa kemiskinan mencakup aspek harta dan ilmu. Menurutnya, masa depan umat perlu dibangun melalui lahirnya generasi berilmu yang didukung program beasiswa secara masif.
Baca Lainnya :
- Hari Bumi, RZ Berdayakan Warga Pesisir0
- Bansos Tak Ditentukan Kepala Daerah0
- Kemendagri Perkuat Data Tunggal Sosial0
- PCIM Sudan Genjot Program Filantropi0
- Kemenag Perkuat Peran Amil0
Menag Nasaruddin menilai pemberian beasiswa bagi mustahik hingga jenjang perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Dengan pendidikan yang memadai, mustahik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Muhammad Syafi'i, mendorong Baznas memperkuat program pemberdayaan umat melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) guna mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Ia menekankan bahwa pendekatan zakat perlu bergeser dari sekadar bantuan karitatif menuju pemberdayaan berkelanjutan. Zakat, menurutnya, tidak hanya untuk memberi, tetapi juga mendorong mustahik menjadi muzaki yang mandiri, sehingga lembaga zakat dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, memastikan bahwa penguatan program beasiswa menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia mustahik.
Ia menyatakan peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada kemandirian penerima manfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Baznas. Selain itu, program pemberdayaan mustahik yang selama ini dijalankan dinilai telah berjalan dengan baik.
Sodik menambahkan, Baznas terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Tim Koperasi Merah Putih dalam pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta berkoordinasi dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id








.png)
.jpg)
.png)