Staf Presiden Kunjungi Kampung Zakat

By Revolusioner 16 Agu 2026, 08:10:16 WIB Nasional
Staf Presiden Kunjungi Kampung Zakat

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Timesindonesia.co.id


Tim Staf Kepresidenan RI melakukan kunjungan kerja ke Kampung Zakat di Desa Wunung, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta pada pekan lalu.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam mendukung pengentasan kemiskinan berbasis kawasan.

Kampung Zakat Desa Wunung merupakan salah satu wilayah yang mendapat intervensi program dari sejumlah lembaga filantropi, termasuk oleh Laznas LMI sebagai salah satu inisiator program.

Baca Lainnya :

Kunjungan Staf Kepresidenan RI dilakukan untuk melihat pelaksanaan program di lapangan sekaligus menyelaraskan langkah dengan pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat.

Berdasarkan data terbaru, Kampung Zakat Desa Wunung menaungi sekitar 810 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 257 KK masuk kategori kurang mampu. Sebanyak 60 KK di antaranya tercatat telah berhasil dientaskan dari kondisi kemiskinan.

Dalam kunjungan itu, Kabid Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul Sujatmiko Nurhasan SE turut memaparkan kondisi fiskal daerah.

APBD Kabupaten Gunungkidul disebut berada di kisaran Rp2 triliun sehingga memiliki keterbatasan dalam menangani seluruh persoalan pembangunan dan kemiskinan di wilayah tersebut.

Karena itu, pemerintah daerah menilai kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat.

"Pembangunan daerah yang inklusif membutuhkan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak. Kolaborasi bersama BAZNAS, LAZ, dan lembaga filantropi sangat penting untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat," ujar dia.

"Kami menyambut positif kehadiran Staf Kepresidenan RI dan berharap momentum ini dapat memperkuat jembatan komunikasi ke Pemerintah Pusat untuk menghadirkan dukungan kebijakan yang semakin optimal bagi Gunungkidul," sambung dia.

Sementara itu, Staf Kepresidenan RI yang terdiri atas Tenaga Ahli Utama Hesbul Bahar, Tenaga Ahli Madya Kun Nurachadijat, Tenaga Ahli Madya Wage Wardana, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya tata kelola data penerima manfaat secara terpadu agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih.

Tenaga Ahli Utama Staff Kantor Kepresidenan RI, Hesbul Bahar, mengungkapkan salah satu pendekatan yang tengah didorong ialah penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data penerima manfaat.

Integrasi tersebut juga diharapkan dapat mempertemukan program Kementerian Sosial dengan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang dikelola BAZNAS maupun LAZ.

Intervensi program selanjutnya diarahkan berdasarkan skala prioritas dengan mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), di mana tingkat kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul berada pada angka 14 persen.

Pendekatan berbasis kawasan dan pengembangan sektor secara bertahap menjadi salah satu strategi yang didorong.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang dinilai penting untuk diperkuat mengingat perannya dalam kehidupan ekonomi masyarakat Gunungkidul.

Sinergi antara pemerintah, BAZNAS, LAZ, dan lembaga filantropi diharapkan dapat membuat pemanfaatan DSKL lebih terarah serta mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Ketua Baznas Gunungkidul Dra Mustangid MPd, Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY H Nurhuda SAg MSi, serta Kepala Kemenag Kabupaten Gunungkidul Dr H Mukotip SAg MPdI.

Kunjungan ke Kampung Zakat Wunung menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menangani persoalan kemiskinan di tingkat kawasan.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.timesindonesia.co.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment