UMS Kenalkan Flip Learning Era Digital

By Revolusioner 26 Jun 2026, 09:41:28 WIB Z-Academy
UMS Kenalkan Flip Learning Era Digital

Keterangan Gambar : Foto: Dok. News.ums.ac.id


Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pengembangan inovasi pembelajaran yang selaras dengan kemajuan teknologi. Melalui Webinar Pendidikan Matematika 2026 Batch 2 yang diselenggarakan secara daring pada Sabtu (20/6/2026), Prodi Pendidikan Matematika UMS memperkenalkan model Flip Learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan era digital.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujianti Fatimah, Ph.D., menyampaikan bahwa webinar tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana kolaborasi dan inovasi bagi para alumni serta praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa," ungkap dia, Kamis (25/6/2026).

Baca Lainnya :

Webinar tersebut diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa, alumni, serta praktisi pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Subdirektorat Pengembangan Publikasi UMS, Naufal Isharono, M.Pd., Ph.D., sebagai narasumber utama yang membahas penerapan Flip Learning dalam pembelajaran matematika.

Dalam paparannya, Naufal menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam pembelajaran matematika masih berkaitan dengan terbatasnya waktu tatap muka yang sebagian besar habis untuk menjelaskan konsep-konsep dasar. Kondisi tersebut membuat kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi kurang maksimal.

"Selama ini waktu pembelajaran sering habis untuk menjelaskan materi dasar. Padahal, siswa perlu didorong untuk mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah," ujar dia.

Menurut dia, Flip Learning menawarkan pendekatan yang berbeda dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari materi dasar secara mandiri sebelum mengikuti pembelajaran di kelas. Dengan cara tersebut, waktu tatap muka dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna.

Naufal memaparkan bahwa implementasi Flip Learning terdiri atas tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah pre-class activity, yaitu siswa mempelajari materi melalui Learning Management System (LMS), video pembelajaran, maupun modul interaktif sebelum proses pembelajaran berlangsung di kelas.

Tahap kedua adalah in-class activity, yaitu proses pembelajaran yang difokuskan pada pendekatan Project Based Learning (PjBL) maupun Problem Based Learning (PBL). Pada tahap ini, siswa didorong untuk aktif berdiskusi, bekerja sama, serta menyelesaikan berbagai permasalahan melalui proses pembelajaran.

Sementara itu, tahap ketiga adalah post-class activity yang berisi evaluasi serta pemberian umpan balik guna mengukur tingkat pemahaman siswa setelah seluruh proses pembelajaran selesai.

Selain membahas konsep Flip Learning, webinar tersebut juga memperkenalkan sejumlah teknologi yang dapat mendukung penerapannya. Beberapa platform yang dikenalkan meliputi GeoGebra untuk visualisasi konsep matematika secara interaktif, Lumi sebagai media pengembangan video pembelajaran interaktif, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti Gemini dalam menyusun pertanyaan investigatif yang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.

Diskusi berlangsung secara interaktif, terutama ketika peserta mengajukan pertanyaan mengenai penerapan Flip Learning di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet. Menanggapi hal tersebut, Naufal menegaskan bahwa model pembelajaran ini bersifat fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang dimiliki setiap sekolah.

"Esensi utama Flip Learning adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan awal sebelum pembelajaran berlangsung. Implementasinya dapat disesuaikan, baik melalui video, modul cetak, maupun media lain yang tersedia," jelas dia.

Kontributor: Azzam Al Hanif

Editor: MAS

Sumber: www.news.ums.ac.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment