DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap

By Revolusioner 04 Nov 2026, 01:32:56 WIB LAZ
DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Bagi anak-anak usia dini di TK IT Quran Ummah, Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, udara pagi yang biasanya menyegarkan kini justru membawa ancaman. Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk ke ruang kelas, menyebabkan mata perih, dada sesak, serta membahayakan kesehatan pernapasan mereka.

Karhutla yang berulang di Sumatra Selatan bukan hanya merusak lahan, tetapi juga mengganggu hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan. Ketika kabut asap mencapai kondisi yang mengkhawatirkan, sekolah terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan beralih ke sistem daring demi melindungi keselamatan para murid.

Sebagai upaya merespons ancaman kesehatan tersebut, Dompet Dhuafa (DD) melalui Disaster Management Center (DMC) berkolaborasi dengan PT BNI Asset Management mengaktifkan program Safe School atau Sekolah Aman Asap di TK IT Quran Ummah belum lama ini. Program ini ditujukan untuk menghadirkan lingkungan belajar dengan kualitas udara yang lebih aman bagi anak-anak.

Baca Lainnya :

PIC Respons Karhutla Sumatra Selatan DMC Dompet Dhuafa, Taqi Falsafati, menyampaikan bahwa program tersebut hadir agar pendidikan dan proses tumbuh kembang anak tetap berjalan meski wilayah mereka terdampak kabut asap.

“Melalui Safe School ini, kami berusaha agar kabut asap dari karhutla tidak mengganggu aktivitas belajar di sekolah. Anak-anak yang tetap masuk sekolah bisa belajar di ruangan yang aman bagi kesehatan mereka,” jelas Taqi.

Untuk membantu menyaring partikel berbahaya, setiap ruang kelas kini dilengkapi sejumlah perangkat dan elemen pendukung kualitas udara. Fasilitas tersebut meliputi exhaust fan, air purifier, penyaring ventilasi, tabung oksigen, akuarium sebagai elemen alami, serta tanaman hias pembersih udara untuk membantu menjaga kelembaban dan menetralisir polutan.

Selain menyediakan fasilitas perlindungan udara, program ini juga membagikan masker medis kepada anak-anak. Para siswa turut mendapatkan edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam sejak usia dini.

Kepala Sekolah TK IT Quran Ummah, Noviana, menyambut baik bantuan tersebut. Dia mengatakan, perubahan kondisi udara di ruang kelas dirasakan langsung oleh guru dan siswa setelah program Safe School diterapkan.

“Di awal-awal, kondisi asap sangat mengganggu hingga sekolah sempat diliburkan. Alhamdulillah, sekarang dengan adanya bantuan Safe School dari Dompet Dhuafa, anak-anak jadi tambah semangat pergi ke sekolah. Ruang kelas terasa lebih dingin, nyaman, dan aman dari asap,” tutur Noviana lega.

Noviana berharap bencana karhutla di Sumatra Selatan dapat segera ditangani secara menyeluruh sehingga masyarakat, terutama anak-anak, kembali memperoleh hak atas udara bersih dan sehat. Dia juga berharap program intervensi seperti Safe School dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah terdampak.

Upaya menghadirkan ruang belajar yang aman menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat membantu menjaga hak anak untuk tumbuh, sehat, dan memperoleh pendidikan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat turut mendukung berbagai ikhtiar kemanusiaan—mulai dari perlindungan anak saat bencana hingga pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Mari terus menguatkan gerakan filantropi Islam agar semakin banyak anak dan keluarga yang merasakan manfaat nyata dari kebaikan umat.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org    



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment