Bahasa Indonesia Membumi di Mesir

By Revolusioner 04 Nov 2026, 00:48:19 WIB Z-Academy
Bahasa Indonesia Membumi di Mesir

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mozaik.inilah.com (Kantor Atdikbud KBRI Kairo)


Bahasa Indonesia semakin dikenal di Mesir. Selain berkembang di perguruan tinggi, bahasa nasional Indonesia juga direncanakan masuk kurikulum sekolah menengah atas negeri di seluruh Mesir sebagai mata pelajaran bahasa asing pilihan.

Dalam rilis Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, Mesir, Senin (2/11/2026), perkembangan itu disebut sebagai salah satu capaian diplomasi pendidikan Indonesia. Upaya ini diperkuat dengan pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Dalam dua tahun akademik, program studi tersebut menarik sekitar 600 mahasiswa, termasuk 350 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026–2027. Capaian ini menjadi momentum bagi internasionalisasi bahasa Indonesia di Mesir.

Baca Lainnya :

Diplomasi pendidikan Indonesia juga berkembang melalui pengajaran sejarah dan pemikiran Islam Indonesia di sejumlah universitas terkemuka serta penguatan komunitas pencak silat.

Al-Azhar Jadi Pintu Diplomasi

Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar resmi dibuka pada 6 November 2026. Kehadirannya menjadi langkah penting karena bahasa Indonesia kini dipelajari secara akademis, tidak hanya melalui kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Program studi tersebut turut mendorong minat mahasiswa terhadap BIPA. Sekitar 20 persen mahasiswa program studi itu mendaftar sebagai peserta BIPA untuk mempercepat kemampuan berbahasa Indonesia.

Atas keberhasilan penguatan program tersebut, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo memperoleh penghargaan dari Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar.

Diplomasi pendidikan Indonesia juga menghasilkan kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan Republik Arab Mesir. Bahasa Indonesia direncanakan menjadi mata pelajaran bahasa asing pilihan ketiga setelah bahasa Inggris dan Prancis di sekolah menengah atas negeri di Mesir.

Kebijakan tersebut membuka peluang bagi keberlanjutan pendidikan bahasa Indonesia. Perguruan tinggi di Mesir berpotensi memperoleh calon mahasiswa dari jenjang sekolah menengah yang telah mengenal bahasa Indonesia.

Perluas Kerja Sama Kampus

Pada Juni 2026, Atdikbud KBRI Kairo Abdul Muta'ali mendorong pengajaran dua mata kuliah tentang Indonesia di Cairo University, salah satu universitas terkemuka di Afrika.

Melalui Fakultas Darul Ulum, mahasiswa sarjana akan mempelajari Sejarah Peradaban Indonesia menggunakan bahasa Arab. Sementara itu, mahasiswa magister mendapatkan mata kuliah Pemikiran Islam Indonesia dengan pengantar bahasa Inggris.

Dekan Fakultas Darul Ulum, Prof. Ahmed Balbulah, menyampaikan bahwa mahasiswa di kampusnya juga perlu dibekali kemampuan berbahasa Indonesia.

Selain Cairo University, pengembangan bahasa Indonesia diperluas ke Suez Canal University, Ain Shams University, dan sejumlah kampus lainnya melalui program BIPA Goes to Campus in Egypt.

Pencak Silat Jadi Jalur Diplomasi Budaya

Diplomasi Indonesia juga dikembangkan melalui bidang olahraga. Pemerintah menjajaki pengakuan pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga di Mesir melalui komunikasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Mesir.

Potensi pengembangan pencak silat di negara tersebut dinilai besar karena terdapat sekitar 6.700 peserta pencak silat di masyarakat Mesir. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia.

Abdul Muta'ali menyebut strategi penguatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar sebagai Buy One Gate All Diplomacy.

Dampak kerja sama tersebut turut membuka peluang pembangunan Indonesian House atau Rumah Budaya Indonesia. Universitas Al-Azhar telah menyediakan lahan seluas 2.700 meter persegi di lingkungan kampus untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Berbagai capaian ini menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi instrumen diplomasi strategis. Melalui pendidikan, kebudayaan, dan olahraga, Indonesia berpeluang memperkuat hubungan jangka panjang dengan masyarakat Mesir sekaligus memperluas pengenalan identitas bangsa di tingkat internasional.

Pendidikan dan kebudayaan merupakan jembatan yang mempertemukan masyarakat lintas negara serta membuka peluang bagi generasi muda. Semangat berbagi manfaat ini sejalan dengan nilai filantropi Islam: menghadirkan kesempatan, memperluas pengetahuan, dan membangun masa depan bersama. Melalui zakat dan infak yang dikelola secara amanah, masyarakat dapat ikut mendukung pendidikan serta pengembangan potensi generasi agar manfaatnya terus tumbuh melampaui batas wilayah.

Kontributor: Raeihan
Editor: MAS



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment