- MAAB Dorong Kesadaran Perencanaan Harta
- Kesehatan Mental, Amanah Baru Filantropi Islam
- Nama-Nama di Dinding Kampus
- PLN-IZI Cegah Stunting di Jateng
- Lazisnu Pulihkan Madrasah Klitih
- Dakwah Kapal Dai Seribu Pulau
- DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap
- Bahasa Indonesia Membumi di Mesir
- Ada Skema Baru Bantuan Iuran BPJS
- Baznas Lampung Bantu Pekerja Migran
Dakwah Kapal Dai Seribu Pulau

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Angin laut dan deburan ombak mengiringi perjalanan kapal yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Di tengah pelayaran, kapal tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga ruang untuk menyampaikan ilmu dan pesan keislaman kepada para penumpang.
Melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), Dompet Dhuafa (DD) menghadirkan program Dai Seribu Pulau yang membawa aktivitas dakwah ke atas kapal penumpang. Program ini menunjukkan bahwa penyebaran ilmu agama dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan, termasuk di tengah perjalanan laut.
Pelayaran dakwah berlangsung pada 25 Oktober hingga 1 November 2026, dengan rute Tanjung Priok menuju Bau-Bau dan perjalanan kembali ke Jakarta. Selama perjalanan, musala kapal menjadi tempat kegiatan dakwah yang dipandu dua dai Dompet Dhuafa, yakni Ustaz Yasin dan Ustaz Tohir.
Baca Lainnya :
- Santri Harus Berkompetensi Digital0
- Teladan Kepemimpinan Buya Hamka 0
- Mujahadah Palestina di Hari Santri0
- Kiai Syukron Jadi Teladan Dakwah Umat0
- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien0
Setibanya di Bau-Bau, para dai juga melanjutkan kegiatan dakwah di Masjid Islamic Center Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Beragam kegiatan diselenggarakan selama program berlangsung, mulai dari kajian Islam dan tausiah, konsultasi keagamaan, bimbingan membaca Al-Qur’an, hingga pembinaan ibadah dan salat. Rangkaian aktivitas ini menjadi ikhtiar Dompet Dhuafa untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus menguatkan keimanan para jemaah yang berada di kapal.
Staf Cordofa, Ghufron Santos, menjelaskan bahwa program Dai Seribu Pulau dirancang untuk menghadirkan pendampingan keagamaan bagi penumpang selama perjalanan.
“Dai Seribu Pulau hadir sebagai upaya Cordofa untuk meningkatkan keimanan para jemaah selama dalam perjalanan di kapal penumpang. Selain itu, dakwah ini menjadi bentuk dakwah yang tidak hanya dilaksanakan di masjid, tetapi juga hadir di ruang publik, seperti musala kapal penumpang ini,” ujar Ghufron.
Pelayaran Dai Seribu Pulau juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa berharap dakwah dapat menghadirkan kesejukan dan penguatan iman bagi para penumpang selama perjalanan.
“Lewat Dai Seribu Pulau ini, kami berharap dakwah menjadi sarana penguatan iman, penambah wawasan keislaman, serta penghadir nilai dakwah yang menyejukkan bagi para penumpang dan jemaah. Semoga program yang hadir pada momentum Hari Santri Nasional 2026 ini juga menjadi pengingat bahwa ilmu dan kebaikan dapat disebarkan di berbagai ruang kehidupan, termasuk di tengah perjalanan laut,” pungkas dia.
Melalui Dai Seribu Pulau, perjalanan laut menjadi kesempatan untuk memperluas akses terhadap pembelajaran agama. Di tengah jarak yang ditempuh dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, para dai membagikan ilmu keislaman dan pesan kebaikan kepada awak serta penumpang kapal.
Dakwah yang hadir di tengah perjalanan mengingatkan bahwa kebaikan dapat disampaikan di mana saja dan menjangkau siapa saja. Dukungan terhadap gerakan zakat, infak, dan sedekah dapat membantu menghadirkan program dakwah, pendidikan, serta pendampingan keagamaan yang lebih luas. Mari bersama menguatkan filantropi Islam agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap ilmu, bimbingan, dan kebaikan yang menumbuhkan umat.






.png)
.png)




.png)
.png)