- Filantropi Islam, Investasi Masa Depan Umat
- Kota yang Berenda Senja
- Teladan Kepemimpinan Buya Hamka
- Novotel Mekah Jadi Kampung Haji
- RZ Salur APD ke Relawan Karhutla
- Usaha Mustahik Aceh Dipulihkan
- Kuwait dan Muhammadiyah Bangun RS
- Mendikti Perluas Akses Pendidikan Tinggi
- Baznas Perluas Jalur Kuliah via Zakat
- Baznas Buka Beasiswa Timur Tengah
Teladan Kepemimpinan Buya Hamka

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mui.or.id
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, mengajak masyarakat menjadikan film Buya Hamka sebagai media untuk mengenal sekaligus meneladani sosok ulama besar yang memiliki keteladanan dalam berbagai aspek kehidupan.
Erick menilai Buya Hamka tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga sebagai seniman, pemimpin, ayah, dan guru. Berbagai peran tersebut mencerminkan keteladanan yang menyeluruh dan masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, khususnya ketika bangsa menghadapi krisis karakter dan kepemimpinan.
“Buya Hamka ini betul-betul kalau kita lihat, keteladanan itu lengkap ada di Buya Hamka,” ujar Erick setelah menyaksikan film Buya Hamka sekuel ketiga bersama keluarga besar MUI di Plaza Senayan XXI, Studio 2, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Baca Lainnya :
- Mujahadah Palestina di Hari Santri0
- Kiai Syukron Jadi Teladan Dakwah Umat0
- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien0
- Tuntunan Hidup Bersih dalam Islam0
- Cara Mendidik Anak Agar Jadi Saleh0
Dia menilai film tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk menemukan kembali sosok panutan yang mampu menghadirkan harapan bagi masa depan bangsa.
Erick juga menyebut film Buya Hamka sebagai karya spektakuler, baik dalam penggarapan cerita maupun pemilihan pemain. Menurut dia, film tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan pendidikan dan nilai-nilai kehidupan.
“Ini film yang baik, film yang bukan hanya tontonan, tapi tuntunan,” kata dia.
Erick menjelaskan bahwa gagasan pembuatan film Buya Hamka bermula dari inisiatif MUI pada masa kepemimpinan Prof. Din Syamsuddin. Gagasan itu kemudian memperoleh respons dari pihak Starvision, termasuk Parwez, serta dukungan Navin melalui Falcon Pictures hingga akhirnya terwujud menjadi karya yang dapat dinikmati masyarakat.
Dia mengatakan inisiatif tersebut didasari harapan agar industri perfilman Indonesia tidak hanya memproduksi film hiburan, tetapi juga mengangkat kisah tokoh-tokoh yang memiliki nilai pendidikan dan keteladanan bagi generasi muda.
“Dulu MUI ingin bahwa produser-produser ayo jangan hanya membuat film-film hiburan, tetapi juga yang edukatif. Angkat tokoh ketua MUI pertama, Buya Hamka, yang menjadi teladan,” tutur dia.
Lebih lanjut, Erick berharap penayangan film tersebut dapat menginspirasi lahirnya generasi penerus yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung semangat pengabdian seperti yang dicontohkan Buya Hamka.
“Di masa sekarang kita krisis keteladanan, kita krisis karakter, krisis kepemimpinan. Saya kira Buya Hamka ini memberikan sebuah harapan,” ujar Erick.
Dia juga mengajak masyarakat mendukung penayangan film tersebut dengan menonton bersama pada hari pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 19 November. Menurut dia, dukungan penonton diperlukan agar film itu dapat bertahan lebih lama di bioskop dan menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya anak muda dan keluarga.
Erick menambahkan, apresiasi masyarakat turut menentukan keberhasilan sebuah film dan perkembangan industri perfilman nasional. Dukungan penonton dinilai dapat membuka peluang untuk menghadirkan kisah tokoh-tokoh nasional lainnya ke layar lebar.
“Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk menonton film ini dan mengadakan nonton bareng di mana-mana, agar nantinya kita bisa membuat film tentang tokoh-tokoh lain yang tidak kalah hebatnya,” ujar Erick.
Erick berharap film tersebut tidak hanya membuat masyarakat mengenal Buya Hamka sebagai tokoh sejarah, tetapi juga mendorong mereka menerapkan nilai-nilai keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.












.png)
.png)