- Amalan Sunah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan
- BAZNAS dan Blibli Hadirkan Program Paket Ramadan Bahagia
- Kepak Perahu Bersayap Malaikat
- Zakat dan Tanggung Jawab Sosial di Tengah Bencana
- BAZNAS Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kembangan
- UIN Jakarta Salurkan Donasi Rp117 Juta bagi Korban Bencana
- Ivan Gunawan Ajak Masyarakat Berzakat lewat BAZNAS
- Oli Filantropi Bengkel Surgawi
- Zakatnomics Mudik: Dari Santunan ke Pemberdayaan Produktif
- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu
Amalan Sunah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Detik.com Jatim
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah. Pada waktu ini terdapat keutamaan yang sangat besar, termasuk kesempatan meraih malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Ramadan sendiri merupakan bulan
yang dimuliakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini umat Islam diwajibkan
menjalankan ibadah puasa. Rasulullah SAW juga menyebut Ramadan sebagai bulan
yang penuh keberkahan, sehingga banyak umat Islam berlomba-lomba memperbanyak
amal ibadah untuk meraih keutamaan tersebut.
Selain itu, amalan sunah yang
dilakukan pada bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang setara dengan ibadah
wajib, sementara ibadah wajib akan dilipatgandakan pahalanya. Keutamaan inilah
yang menjadikan Ramadan sebagai momentum terbaik untuk memperkuat ketakwaan
kepada Allah SWT.
Baca Lainnya :
- Sahkah Puasa Jika Meninggalkan Shalat?0
- Besarnya Pahala Shalat Tarawih Ramadhan0
- Bolehkah Makan Setelah Imsak? Ini Penjelasannya0
- Fadhilah Zakat dan Sedekah pada Ramadhan 20260
- Indahnya Sabar0
Amalan Sunah di 10 Malam Terakhir
Ramadan
1. Sahur
Sahur termasuk amalan sunah yang
dianjurkan saat berpuasa di bulan Ramadan, meskipun hanya dengan sedikit
makanan atau seteguk air. Rasulullah SAW bersabda:
“Bersantap sahurlah
kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. al-Bukhari)
2. Menjalankan Puasa dengan Ikhlas
Umat Islam dianjurkan
melaksanakan puasa dengan penuh keikhlasan karena ibadah ini merupakan
kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Selain itu, penting pula menjaga diri
dari berbagai hal yang dapat membatalkan puasa.
3. Menyegerakan Berbuka
Salah satu sunah lainnya adalah
segera berbuka ketika waktu magrib telah tiba. Rasulullah SAW menganjurkan
berbuka dengan kurma, dan jika tidak tersedia, dapat diganti dengan air.
“Jika salah seorang di antara
kalian berpuasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka dengan
air karena air itu menyucikan.”
(HR. Abu Dawud)
4. Melaksanakan Salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan ibadah
sunah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Salat ini dilaksanakan pada
malam hari setelah salat Isya dan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan
serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Barang siapa
melaksanakan ibadah (Tarawih) pada bulan Ramadan dengan iman dan penuh
keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
5. Membaca dan Mengkhatamkan
Al-Qur’an
Ramadan merupakan bulan
diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca atau tadarus
Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
“Jibril menemui Nabi pada
setiap malam di bulan Ramadan dan bertadarus Al-Qur’an bersamanya.”
(HR. Bukhari No. 3220)
6. Memperbanyak Sedekah
Pada bulan yang penuh keberkahan
ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, terutama dalam bentuk
makanan atau minuman bagi orang yang berpuasa.
“Siapa yang memberi
makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala seperti
orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang
berpuasa.”
(HR. Ahmad)
7. Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa juga menjadi
amalan sunah yang sangat dianjurkan. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah
disebutkan bahwa ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang
berpuasa hingga berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.
8. Iktikaf di Masjid
Iktikaf adalah berdiam diri di
masjid untuk beribadah serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini
dapat dilakukan sepanjang Ramadan, namun sepuluh malam terakhir merupakan waktu
yang paling utama karena bertepatan dengan peluang datangnya Lailatul Qadar.
“Dari Abu Hurairah diriwayatkan
bahwa Rasulullah SAW biasa beriktikaf selama sepuluh hari pada setiap Ramadan,
dan pada tahun wafatnya beliau beriktikaf selama dua puluh hari.”
(HR. Bukhari dan Abu Dawud)
9. Mencari Lailatul Qadar
Umat Islam dianjurkan untuk
bersungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar yang berada pada malam-malam
ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Carilah malam Lailatul
Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
10. Istiqamah dalam Beribadah
Menjaga konsistensi dalam
beribadah juga menjadi hal penting. Amalan-amalan yang telah dilakukan selama
Ramadan sebaiknya tetap dilanjutkan meskipun bulan Ramadan telah berakhir,
sehingga nilai spiritual yang diperoleh dapat terus terjaga.
Kontributor: Daffa Atha









.jpg)
.png)
.png)