- MAAB Dorong Kesadaran Perencanaan Harta
- Kesehatan Mental, Amanah Baru Filantropi Islam
- Nama-Nama di Dinding Kampus
- PLN-IZI Cegah Stunting di Jateng
- Lazisnu Pulihkan Madrasah Klitih
- Dakwah Kapal Dai Seribu Pulau
- DD Suguhkan Sekolah Bebas Asap
- Bahasa Indonesia Membumi di Mesir
- Ada Skema Baru Bantuan Iuran BPJS
- Baznas Lampung Bantu Pekerja Migran
Mustahik Batang Siap Tembus Dunia Kerja

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rmol.com
Program Pelatihan Siap Kerja tersebut berlangsung pada 2-7 November 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang. Selama enam hari, para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Materi pelatihan meliputi keterampilan menjahit untuk posisi operator sewing garmen, menganyam, serta pengembangan kemampuan nonteknis atau soft skill. Peserta juga memperoleh pendampingan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi hingga difasilitasi mendapatkan pekerjaan di perusahaan kawasan industri.
Baca Lainnya :
- Lazisnu Renov Rumah Mustahik Lansia0
- Tuban Ketiban Bantuan Ayam Petelur0
- Lapak Berkah Dorong Sanusi Jadi Muzaki0
- Santri 7 Desa Dapat Bantuan Pendidikan0
- Zakat Mal Lazisnu Jangkau 220 Mustahik0
Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia, Caswiyono Rusydie Cw, mengatakan Program Amal Vokasi merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok mustahik, agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha.
Dia menjelaskan, program tersebut tidak berhenti pada pemberian pelatihan, tetapi juga mencakup sertifikasi dan pendampingan penempatan kerja. Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Wakil Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU, Ninik Annisa, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu strategi penting dalam mengubah kondisi mustahik agar lebih mandiri.
Melalui peningkatan keterampilan dan akses pekerjaan, para penerima manfaat diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Bahkan, dalam jangka panjang, mereka diharapkan dapat berkembang dari penerima bantuan menjadi individu yang turut membantu sesama.
Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tri Haryanto, mengingatkan bahwa keberhasilan pelatihan vokasi harus diukur berdasarkan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.
Dalam sambutan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, yang dibacakan Tri Haryanto, disampaikan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lowongan pekerjaan.
"Tantangan ketenagakerjaan kita bukan semata soal ada atau tidaknya lowongan, melainkan juga soal jarak antara keterampilan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dicari industri," ujar Abdul Haris dalam sambutan tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026 mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sebesar 4,65 persen atau sekitar 7,22 juta orang dari total 155,41 juta angkatan kerja.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Batang pada 2025 mencapai 5,07 persen atau diperkirakan sekitar 26 ribu orang. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya program pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan perusahaan.
Abdul Haris mengapresiasi kolaborasi LAZISMU dan Ruang Amal Indonesia karena dinilai mampu menghadirkan model pemberdayaan yang berorientasi pada hasil. Program ini diharapkan menjadi solusi untuk mempersempit kesenjangan keterampilan antara pencari kerja dan kebutuhan industri.
"Semoga setiap jahitan yang kalian pelajari pekan ini menjadi jahitan masa depan yang kuat bagi keluarga kalian, bagi Kabupaten Batang, dan bagi Indonesia," ujar dia.
Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro, menyampaikan bahwa kawasan industri tersebut masih memiliki peluang kerja seiring bertambahnya investasi dan aktivitas perusahaan.
Namun, dia menekankan pentingnya kesiapan kompetensi calon tenaga kerja agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh masyarakat di sekitar kawasan.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie, bersama Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU, Ardi Lutfi Kautsar, turut menyampaikan optimisme terhadap pelaksanaan program tersebut.
Keduanya menargetkan setidaknya 90 persen dari total peserta pelatihan dapat terserap ke dunia kerja.
"Insya Allah, kami memasang target 90 persen peserta bisa diterima kerja," ujar Ardi Lutfi Kautsar.
Kegiatan pembukaan pelatihan berlangsung di Ballroom KEK Industropolis Batang dan dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah, LAZISMU, Ruang Amal Indonesia, pengelola kawasan industri, serta perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut, termasuk PT JJD Outdoor Products dan PT Widehero Toy Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka akses pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. Selain memperoleh keterampilan, para mustahik juga mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Kontributor: Rayhan
Editor: MAS
Sumber: www.rmol.com






.png)
.png)




.png)
.png)