Piagam Umat Moderat Digagas di Istanbul

By Revolusioner 01 Nov 2026, 00:42:35 WIB Internasional
Piagam Umat Moderat Digagas di Istanbul

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id


Muhammadiyah mengambil bagian dalam penyusunan Mitsaq al-Ummah al-Wasath (Piagam Umat Moderat), sebuah dokumen bersama para ulama dunia yang mengusung persatuan umat Islam.

Draf piagam tersebut dibahas dalam Konferensi Ulama Internasional Wahdat al-Ummah al-Wasath di Istanbul pada 28–30 Oktober 2026. Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional, Ali Muhyiddin al-Qaradaghi, menyusun rancangan awal dokumen tersebut.

Menjelang sidang, utusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menyampaikan catatan tertulis mengenai draf piagam kepada Lajnah Ilmiah konferensi. Dalam sidang pembahasan baru-baru ini, dia mengajukan empat masukan mewakili Muhammadiyah.

Baca Lainnya :

Pertama, piagam perlu menegaskan bahwa peningkatan kualitas umat dalam bidang ilmu pengetahuan, kesehatan, dan ekonomi merupakan tuntutan syariat serta bagian dari hayatan thayyibah yang dijanjikan Allah. Rofiq juga mengusulkan agar bidang kesehatan disebut secara khusus sebagai penerapan prinsip hifzh al-nafs atau menjaga jiwa.

Kedua, persatuan umat perlu dibangun berdasarkan kesamaan tujuan dan kolaborasi, sembari tetap menghargai perbedaan ijtihad. Menurut dia, memilih pandangan dengan dalil paling kuat tidak berarti menyingkirkan pihak yang memiliki pendapat berbeda dari barisan umat.

Ketiga, piagam perlu memiliki rencana implementasi yang terukur. Setiap poin di dalamnya diharapkan dilengkapi lembaga pelaksana dan sasaran capaian tahunan.

Keempat, Kalender Hijriah Global Tunggal dinilai dapat dijadikan contoh konkret kerja sama umat Islam.

“Piagam persatuan akan bermakna kalau ada rencana kerja yang jelas: siapa yang melaksanakan dan apa ukuran keberhasilannya setiap tahun. Pengalaman Muhammadiyah selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa persatuan tumbuh dari kerja bersama,” kata Rofiq.

Panitia kemudian menunjuk Rofiq sebagai anggota tim perumus piagam bersama sejumlah ulama dari berbagai negara. Dalam rapat pada Kamis (29/10), tim menyepakati sejumlah pokok dokumen, terutama mengenai urgensi persatuan umat dan al-‘amal al-musytarak atau kerja bersama di berbagai bidang.

Tim perumus selanjutnya akan menyempurnakan naskah akhir piagam secara daring dalam waktu satu bulan ke depan.

Selain piagam tersebut, konferensi juga menghasilkan al-Bayan al-Khitami atau Pernyataan Penutup. Asisten Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Internasional membacakan pernyataan itu pada Kamis malam (29/10). Panitia kemudian membacakannya kembali di Masjid Hagia Sophia (Ayasofya) pada Jumat (30/10).

“Muhammadiyah akan terus mengawal penyusunan naskah piagam ini. Kami berharap piagam ini menjadi pegangan bersama yang menggerakkan kerja nyata umat,” ujar Rofiq.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.muhammadiyah.or.id  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment