- Dana Umat Besar, Kepercayaan Harus Dijaga
- Rumah yang Menyimpan Suara
- Pascagempa, IZI Salurkan Bantuan Sekolah
- Lazisnu Santuni Dhuafa Madura
- Wakaf Produktif Goes to Campus
- Menag Kampanye Kemanusiaan di Italia
- Muhammadiyah-Qatar Bermitra Strategis
- Bansos Digital Diluncurkan 10 November
- 53.431 Tanah Wakaf Tersertifikasi
- Filantropi Islam, Investasi Masa Depan Umat
Muhammadiyah-Qatar Bermitra Strategis

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar menjajaki kolaborasi dalam sejumlah bidang strategis. Kerja sama yang dibahas mencakup pendidikan bahasa Arab, penerbitan literatur Islam, kaderisasi imam dan muazin, serta sektor lainnya.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan PP Muhammadiyah dengan delegasi Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar pada baru-baru, di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.
Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, jajaran Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Agung Danarto, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Baca Lainnya :
- Kuwait dan Muhammadiyah Bangun RS 0
- Pemuda Masjid Dunia Perkuat Kemitraan 0
- Ini Beasiswa Rp130 Juta Mahasiswa Sudan 0
- Ziswaf Dunia Jadi Solusi Krisis Iklim0
- Pajak dan Zakat Jadi Isu Global 0
Delegasi Qatar dipimpin Sultan Saad Hassan Al-Badr, Asisten Direktur Sheikh Abdullah bin Zaid Al-Mahmoud Islamic Cultural Center. Dia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Qatar untuk memperkenalkan program-program mereka sekaligus membuka peluang kemitraan dengan organisasi Islam di Indonesia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut positif kunjungan tersebut. Dia menilai pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan berbagai lembaga Islam di Qatar sekaligus mempererat hubungan antara kedua negara.
“Hari ini kami menerima delegasi Qatar dari perwakilan Kementerian Wakaf dan tadi telah berdiskusi untuk menyampaikan harapan kerja sama pendidikan dan daurah penguasaan bahasa Arab bagi mahasiswa, siswa, guru, mubalig, dan lain sebagainya. Pemerintah Qatar sangat terbuka untuk program itu,” ujar Haedar.
Haedar menambahkan, kunjungan delegasi Qatar juga diarahkan untuk memperkuat silaturahmi antara lembaga-lembaga Islam di Qatar dan Muhammadiyah, termasuk hubungan antara Qatar dan Indonesia.
“Beliau-beliau hadir di sini juga untuk lebih mengeratkan silaturahmi antara perwakilan lembaga-lembaga Islam di Qatar dengan Muhammadiyah dan juga antara Qatar sebagai negara dan Indonesia sebagai bangsa, sebagai negara,” lanjut dia.
Selain membahas peluang kerja sama yang ada, kedua pihak turut merencanakan program lanjutan dalam sektor pendidikan hingga ekonomi.
“Dan terakhir, kami juga saling mengagendakan program-program lanjutan setelah ini, baik di bidang pendidikan maupun bahkan terbuka untuk di bidang ekonomi,” ungkap dia.
Salah satu bentuk kolaborasi yang dijajaki ialah pelatihan bahasa Arab bagi siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan mubalig Muhammadiyah. Pemerintah Qatar membuka kesempatan bagi Muhammadiyah untuk mengajukan calon peserta dengan berkoordinasi bersama Kedutaan Besar Qatar.
Pembahasan juga mencakup pengembangan kader imam dan muazin. Delegasi Qatar menyampaikan adanya program pembinaan yang berpeluang dijalankan melalui kolaborasi dengan Muhammadiyah.
Dalam bidang literatur Islam, Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas bantuan mushaf Al-Qur’an dari Qatar yang telah disalurkan di Jakarta dan Yogyakarta. Kedua pihak turut menjajaki kemungkinan menerbitkan buku-buku keislaman secara bersama.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berharap cakupan kerja sama dapat diperluas ke sektor kesehatan dan ekonomi. Dia juga membuka peluang kemitraan dengan kalangan pengusaha Qatar, termasuk untuk mendukung pengembangan rumah sakit Muhammadiyah.
Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief dijadwalkan melakukan kunjungan ke Qatar pada awal November. Agenda tersebut direncanakan mencakup pertemuan dengan sejumlah lembaga amal, institusi pendidikan, dan organisasi kemanusiaan.





.png)





.png)
.png)