Segera Hadir Beasiswa Lintas Negara

By Revolusioner 01 Nov 2026, 00:47:58 WIB Internasional
Segera Hadir Beasiswa Lintas Negara

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id


Muhammadiyah mengusulkan lima bentuk kerja sama konkret kepada lembaga-lembaga Islam dunia dalam Konferensi Ulama Internasional Wahdat al-Ummah al-Wasath yang berlangsung di Istanbul pada 28–30 Oktober 2026.

Utusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, memaparkan usulan tersebut dalam sidang ilmiah ketiga pada Kamis (29/10/2026).

Rofiq merancang lima usulan itu berdasarkan empat prinsip, yakni dapat dijalankan dengan sumber daya yang tersedia, tidak bergantung pada transfer dana antarnegara, dimulai dari skala terbatas sebelum diperluas, serta memiliki indikator keberhasilan yang dapat diukur setelah satu tahun.

Baca Lainnya :

Usulan pertama adalah membangun jaringan universitas umat yang diawali dengan sekitar sepuluh kampus dan ma‘had di berbagai negara. Jaringan ini dirancang untuk menerapkan pengakuan satuan kredit, pertukaran mahasiswa dan dosen selama satu semester, hingga pengembangan program gelar bersama.

“Mahasiswa yang belajar satu semester bersama kawan-kawan dari mazhab lain akan mengalami langsung perbedaan dan belajar menghargainya. Pengalaman seperti itu jauh lebih membekas daripada deklarasi,” kata Rofiq.

Beasiswa Lintas Negara

Usulan kedua berupa globalisasi yakni program beasiswa lintas negara. Melalui skema ini, lembaga atau donatur di suatu negara dapat membiayai pendidikan mahasiswa dari negara yang terdampak konflik atau bencana untuk belajar di kampus negara lain. Skema tersebut menggunakan pembayaran jasa pendidikan sehingga tidak terkendala aturan wakaf dan transfer dana lintas negara.

Ketiga, Muhammadiyah mengusulkan kemitraan antarlembaga atau taw’amah. Dalam skema ini, lembaga pendidikan dan kesehatan yang telah berkembang akan mendampingi institusi yang baru tumbuh di negara lain, terutama dalam aspek manajemen, standar mutu, dan peningkatan kompetensi staf.

Usulan keempat adalah pelatihan singkat mengenai fikih tata kelola dan pengelolaan wakaf bagi pimpinan sekolah serta rumah sakit.

Kelima, Muhammadiyah mengusulkan penyusunan standar bersama bagi tim tanggap darurat medis antarlembaga kesehatan Islam, termasuk mekanisme koordinasi ketika terjadi bencana.

Rofiq turut mengajukan pembentukan komite ilmiah yang melibatkan ahli falak dan fikih untuk mengkaji Kalender Hijriah Global Tunggal. Kalender tersebut ditetapkan dalam Kongres Penyatuan Kalender Hijriah Internasional di Istanbul pada 2016 dan mulai diberlakukan Muhammadiyah sejak 1 Muharam 1447 H.

PUTM Terbuka bagi Mahasiswa Internasional

Muhammadiyah menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan berbagai usulan tersebut. Rofiq menjelaskan bahwa PUTM, lembaga kaderisasi ulama Majelis Tarjih dan Tajdid yang berdiri sejak 1968 dan kini dipimpinnya, siap bergabung dalam jaringan universitas, mengirim thalabah ke lembaga mitra, serta menerima mahasiswa dari berbagai negara Muslim.

PUTM tidak membebankan biaya kuliah kepada para thalabah. Namun, karena menerapkan sistem asrama, mahasiswa tetap membayar kontribusi dalam jumlah kecil untuk kebutuhan asrama dan makan. Selain itu, biaya hidup di Indonesia dinilai relatif terjangkau.

“Kami ingin usulan ini benar-benar terlaksana, dan Muhammadiyah memulai dari apa yang bisa kami kerjakan sendiri. PUTM terbuka bagi siapa pun dari dunia Islam yang ingin mendalami fikih, ushul fikih, tafsir, hadis, dan ilmu falak dengan manhaj tarjih,” ujar Rofiq.

Dia berharap seluruh usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga-lembaga yang akan menindaklanjuti hasil konferensi.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.muhammadiyah.or.id   




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment